Main Menu

Pembangunan Hunian Sementara, Simbol Kebangkitan Masyarakat Lombok

Umaya Khusniah
11-09-2018 22:13

Pembangunan hunian sementara korban gempa Lombok (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/yus4)

Artikel Terkait

Lombok Utara, Gatra.com - Aksi Cepat Tanggap (ACT) kini sedang fokus membangun hunian sementara atau Integrated Community Shelter (ICS) di Lombok. Lokasi hunian sementara ini berada di Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara.

 


"Kompleks ini akan jadi kawasan terpadu, yang benar-benar jadi tempat pemulihan masyarakat," ungkap Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur dalam peluncuran awal ICS Lapangan Gondang, Kamis (6/9).

Komplek hunian sementara ini, seperti di sebutkan dalam rilis yang diterima oleh Gatra.com Selasa (11/9), akan dilengkapi sejumlah fasilitas seperti masjid, sekolah darurat, dan humanity store. Sarana penunjang tersebut diharapkan membantu keadaan masyarakat dalam masa pemulihan.

Sudah 17 hari komplek ini sedang dalam proses pembangunan. Hunian sementara ini, kata Syuhelmaidi merupakan bentuk kepeduliann rakyat Indonesia atas bencana yang terjadi di Lombok melalui ACT.

"ACT mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk membantu pemulihan kehidupan penyintas gempa," pungkas Syuhelmaidi.

Dibangunnya hunian sementara ini seperti apa yang diharapkan salah satu korban gempa Lombok Muhammad Masrur (51). Tiap siang tiba, sama seperti korban gempa lain, ia kembali ke rumahnya yang sudah hampir rata dengan tanah. Di antara reruntuhan, ia mecoba mencari barang-barang yang masih bisa ia gunakan kembali.

Menurut Masrur, rumah adalah salah satu kebutuhan paling penting saat ini bagi masyarakat terdampak gempa. "Rumah yang utuh adalah simbol kebangkitan dari runtuhnya puing-puing hidup setelah gempa terjadi," ujarnya.

Dengan dibangunnya hunian sementara ini, bagi Masrur, menjadi tahapan awal masyarakat untuk kembali bangkit. Masyarakat harus segera bangkit dan tidak boleh apatis dengan keadaan meski harus mulai dari nol lagi. Anak-anak harus segera bersekolah dan suami harus berkegiatan sebagaimana seorang kepala rumah tangga.

"Untuk memulai itu semua harus nyaman, dan kalau mau nyaman ya di hunian sementara itu," pungkas guru di sekolah darurat ICS Gondang itu.


 

Umaya Khusniah

Umaya Khusniah
11-09-2018 22:13