Main Menu

Erick Thohir Bukan Pendiri Dompet Dhuafa

Umaya Khusniah
11-09-2018 23:23

Eric k Thohir ( ANTARA FOTO/INASGOC/Paramayuda/yus4)

Artikel Terkait

Jakarta, Gatra.com - Erick Thohir bukanlah salah satu pendiri Dompet Dhuafa. Hal ini sesuai dengan rilis yang diterima Gatra.com Selasa (11/9).

 


Sebelumnya, beredar kabar yang berasal dari salah satu artikel Farah Ambimanyu, di laman akun blog jurnalis miliknya yang berjudul ‘Mengapa Harus Erick Thohir yang Terpilih?’ yang menyebutkan Erick Thohir merupakan salah satu pendiri Dompet Dhuafa.

Dalam artikel tersebut, tertulis kalimat ‘Selain memiliki bisnis di berbagai bidang, beliau juga pendiri dari organisasi amal ”Darma Bakti Mahaka Foundation" dan ”Dompet Dhuafa Republika".

Dompet Dhuafa Republika merupakan nama awal Dompet Dhuafa sesuai dengan rilis tersebut, tetap menjaga independensi sebagai lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia. Lembaga ini berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa melalui pengelolaan dana Zakat, Infak, Sedekah, Wakaf (ZISWAF), serta dana lainnya yang halal dan legal. Baik dari perorangan, kelompok, perusahaan maupun lembaga.

Dompet Dhuafa bermula dari ide Pimpinan Harian Umum Republika, Parni Hadi, yang meminta karyawan Republika untuk menunaikan Zakat mereka secara bersama dan berkesinambungan. Dari penggalangan dana internal tersebut, Republika lalu mengajak segenap masyarakat untuk ikut menyisihkan sebagian kecil penghasilannya.

Pada 2 Juli 1993, sebuah rubrik di halaman muka Harian Umum Republika bertajuk "Dompet Dhuafa" pun dibuka. Kolom kecil tersebut mengundang pembaca untuk turut andil pada gerakan peduli yang diinisiasi Harian Umum Republika. Tanggal ini kemudian ditandai sebagai hari jadi Dompet Dhuafa Republika.

Setahun kemudian, pembentukan yayasan telah dilakukan di hadapan Notaris H. Abu Yusuf, SH tanggal 14 September 1994, diumumkan dalam Berita Negara RI No. 163/A.YAY.HKM/1996/PNJAKSEL. Melalui pengesahan Berita Acara Negara tersebut, maka Yayasan Dompet Dhuafa telah menjadi satu lembaga mandiri dan independen yang tak terikat oleh Harian Umum Republika.

Selanjutnya, Yayasan Dompet Dhuafa Republika dikukuhkan sebagai Lembaga Zakat Nasional (LAZNAS) oleh Departemen Agama RI berdasarkan SK Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 439 Tahun 2001.

Capaian Dompet Dhuafa selama ini menurut Parni Hadi bukan semata karena kemampuan seorang atau pribadi semata melainkan berkat rahmat Allah yang mewujud dalam kepercayaan publik (muzakki dan mustahik) yang berkolaborasi dengan para mitra kerja.

"Melalui klarifikasi berikut, Dompet Dhuafa adalah lembaga non profit milik masyarakat, yang independen mengelola donasi dan memberdayakan masyarakat Indonesia, serta menjaga netralitas di dunia politik," pungkasnya.

 


 

Umaya Khusniah

Umaya Khusniah
11-09-2018 23:23