Main Menu

Parlemen Indonesia Dorong Pembangunan Berkelanjutan Global

Hidayat Adhiningrat P.
12-09-2018 09:00

Acara World Parliamentary Forum on sustainable development, Kuta,Bali. (GATRA/Hidayat Adhiningrat P/RT)

Denpasar, Gatra.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama dengan Kementerian luar negeri mengadakan acara World Parliamentary Forum on Sustainable Development di kawasan Kuta, Bali. Forum ini dibuat untuk mengejar Agenda 2030 yakni Sustainable Development Goals (SDGs).

 

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan merupakan agenda global untuk menjawab berbagai permasalahan terkait kemiskinan, kesenjangan, dan perubahan iklim. Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP), Nurhayati Ali Assegaf, mengatakan parlemen sebagai lembaga legistatif mempunyai peranan penting dalam mengawal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Di sela-sela acara malam Gala Diner bersama para delegasi, Nurhayati mengatakan bahwa tujuan pembangunan berkelanjutan memerlukan keterlibatan aktif parlemen.

"Jadi acara ini menjadi momentum penting dan bersejarah bagi Indonesia, khususnya DPR RI. Karena sejak dideklarasikan komitmen bersama tujuan pembangunan berkelanjutan, atas inisiasi DPR RI, ini akan menjadi kali pertama ajang berkumpulnya seluruh delegasi untuk membahas progres agenda 2030," ujar politikus Partai Demokrat itu, selasa (11/9) malam.

Kegiatan ini akan dihadiri perwakilan dari 45 negara dari seluruh benua. Dijelaskan Nurhayati, sidang tersebut akan terbagi dalam tiga sesi pembahasan.

Diantaranya adalah Leave no One Behind yang akan membahas peran parlemen dalam pembuatan kebijakan dalam memerangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.

Kemudian, Sesi ke-dua akan mengangkat topik Ending Violence Sustaining Peace, tentang bagaimana peran parlemen dalam mencegah timbulnya aksi kekerasan dan menciptakan perdamaian. Terakhir pada sesi ke-tiga akan membahas mengenai SDG's dan Climate Action, melihat aksi nyata parlemen dalam menindaklanjuti Paris Agreement.

Menurutnya, nantinya outcome dari Sidang di Bali akan menghasilkan Bali Declaration dan besar harapannya World Parliamentary Forum akan terus berlanjut sebagai legacy dari Indonesia.

"Kesuksesan acara ini menjadi penting karena merupakan kali pertama dan inisiatif DPR RI dalam rangka mendukung pemerintah dalam pencapaian agenda 2030," kata dia.

Sementara itu, Dirjen Multilateral Kementerian Luar Negeri Salman Al Farisi mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi diadakannya forum ini. Menurutnya, parlemen sebagai pemilik political push di berbagai bidang berperan penting untuk  mendorong pemerintah melaksanakan SDG's.

Selain itu diplomasi parlemen dalam mem-push pelaksanaan SDG's akan membangun kemitraan internasional.

Untuk itu, ia juga meminta agar DPR RI aktif menyuarakan Indonesia dalam pemilihan dewan keamanan PBB pada tahun 2018. Menurutnya, forum tersebut tepat untuk mempromosikan Indonesia.

"Pertemuan di Bali menjadi salah satu upaya kita promosi atau kampanye agar Indonesia menjadi salah satu anggota tidak tetap di PBB," pungkasnya.


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
12-09-2018 09:00