Main Menu

Tuntutan BEM UIR Agar Jokowi Turun Jadi Catatan Buat TKN

Wem Fernandez
12-09-2018 19:09

Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding (GATRA/Wem Fernandes/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding menganggap aksi demonstrasi yang digelar ribuan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Riau (UIR) adalah hal yang lumrah. Demo yang digelar pada Senin, (10/9), lalu ini menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun dari jabatannya. 

 


“Dalam demokrasi untuk membuat orang puas seluruhnya juga tidak mungkin. Pasti, apalagi sudah deklarasi calon begini, pastilah ada gerakan-gerakan politik yang bisa libatkan banyak pihak,” kata Karding di Kantor TKN Jokowi-Ma'ruf, Gedung High End, Menteng, Jakarta, Rabu, (12/9).

 


Karding tidak ingin berspekulasi bahwa aksi demonstrasi ini ditunggangi oleh kepentingan politik tertentu. Baginya, demo ini akan menjadi catatan bagi pemerintah saat ini. 

 


“Apa yang disuarakan sebagian kecil mahasiswa ini akan menjadi catatan pemerintahan Pak Jokowi dan bagi Pak Jokowi sendiri dan bagi kita,” singkat dia. 

 


Di tempat yang sama, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menambahkan, demonstrasi mahasiswa adalah bagian dari kebebasan ekspresi. Selama itu tidak anarkis, menimbulkan kekerasan atau aksi vandalisme maka bebas dilakukan. 

 


“Saya imbau, sebagai mantan aktivis mahasiswa kadang kita miliki idealisme tapi kita juga harus fokus kepada akademik atau teoritik. Kadang kita lupa, ada kekuatan politik lain di dalam idealisme kita. Kalau selama itu dihindari, enggak ada soal,” terang dia. 

 


Aksi BEM UIR digelar di DPRD Riau Senin petang lalu. Setelah menyampaikan orasi di depan gedung, massa juga bergerak masuk ke Ruang Paripurna. Ada tiga tuntutan yang juga disampaikan mahasiswa yang mengenakan almamater berwarna biru tua ini. Yaitu, stabilkan perekonomian bangsa, selamatkan demokrasi Indonesia dan usut tuntas kasus korupsi PLTU Riau 1.


 Reporter: Wem Fernandez

Editor: Bernadetta Febriana

Wem Fernandez
12-09-2018 19:09