Main Menu

KPK Perpanjang Masa Penahanan 1 Mantan Anggota DPRD Sumut

Iwan Sutiawan
13-09-2018 06:05

Juru bicara KPK, Febri Diansyah. (GATRA/Erry Sudiyanto/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan tersangka Restu Kurniawan Sarumaha, anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) periode 2009-2014 dalam kasus suap dari Gatot Pujo Nugroho, gubernur Sumut kala itu.

 

"Penyidik memperpanjang penahanan selama 40 hari dimulai tanggal 13 September- 22 Oktober 2018 untuk tersangka RKS [Restu Kurniawan Sarumaha]," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Rabu (12/9).

Perpanjangan penahanan tersebut dilakukan usai penyidik memeriksa yang bersangkutan sebagai tersangka bersama Anggota DPRD Sumut lainnya yakni Tahan Manahan Panggabean.

"Materi pemeriksaan, penyidik masih mendalami terkait penerimaan-penerimaan oleh para Anggota DPRD Provinsi Sumut dari gubernur," kata Febri.

Sebelumnya, KPK menetapkan 38 anggota atau mantan anggota DPRD Sumut. Dua orang di antaranya Restu Kurniawan Sarumaha dan Tahan Manahan Panggabean. Mereka diduga menerima hadiah atau janji alias suap dari Gatot sekitar Rp300-Rp350 juta.

Gatot memberikan suap agar anggota DPRD Sumut menyetujui laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut tahun 2012-2014, persetujuan APBD Pemprov Sumut 2013-2014 dan 2014-2015, serta agar DPRD tidak menggunakan hak interplasi terhadap Pemprov Sumut tahun 2015.

KPK menyangka puluhan mantan dan anggota legislatif Sumut itu melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan terhadap gubernur Sumut dalam kasus ini, di luar sangkaan lainnya telah divonis bersalah berdasarkan putusan pengadilan. Pada 27 Juli 2017, jaksa eksekutor KPK telah mengeksekusi yang bersangkutan ke Lapas Sukamiskin, Bandung.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
13-09-2018 06:05