Main Menu

KPK Usut Peran Bos MRA dalam Pengadaan dan Perawatan Pesawat Garuda

Iwan Sutiawan
13-09-2018 06:08

Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut peran Direktur Utama (Dirut) PT Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo, dalam pengadaan pesawat dan mesin pesawat, serta perawatan mesin pesawat maskapai Garuda Indonesia.

 

"Penyidik mendalami peran yang bersangkutan dalam proses pengadaan pesawat dan mesin pesawat, serta perawatan mesin pesawat milik Garuda saat tersangka ESA [Emirsyah Satar] menjabat sebagai Dirut Garuda," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Rabu (12/9).

Penyidik KPK memeriksa Soetikno Soedarjo sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk maskapai Garuda Indonesia pada periode 2004-2015 yang membelit tersangka Emirsyah Satar.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dan Beneficial Owner Connaught International Pte. Ltd dan juga pendiri Mugi Rekso Abadi (MRA), Soetikno Soedarjo sebagai tersangka.

KPK menetapkan Emirsyah Satar sebagai tersangka karena diduga menerima suap sejumlah 1,2 juta EURO (€), US$ 180,000 atau setara Rp 20 milyar dan dalam bentuk barang senilai US$ 2 juta dari Soetikno yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emir dalam proyek pengadaan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia periode tahun 2004-2015 lalu.

Atas perbuatan tersebut KPK menyangka Emirsyah Satar melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Sedangkan Soetikno disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 5 Ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
13-09-2018 06:08