Main Menu

Ketum PERTI Klaim Bupati Lamsel Tak Berikan Uang dan Tempat untuk Rakernas

Iwan Sutiawan
13-09-2018 06:12

Bupati nonaktif Lampung Selatan Zainudin Hasan (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Umum Ketua Umum (Ketum) Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Basri Bermanda, mengaku bahwa Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Zainudin Hasan, tidak menyumbang uang untuk Rakernas Tarbiyah di Lampung.

 

"Walah enggak ada [Bupati Lamsel, Zainudin Hasan menyumbang uang untuk Rakernas Tarbiyah Islamiyah]," kata Basri usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di KPK, Jakarta, Rabu (12/9).

Namun demikian, Basri tak menampik bahwa dalam pemeriksaannya sebagai saksi untuk tersangka Gilang Ramadhan, bos CV 9 Naga ini ditanya penyidik seputar Rakernas Tarbiyah Islamiyah.

"Cuman itu saja, keterangan Rakernas yang itu saja. Kami rakernas itu saja. Udah selesai 27-28 kemarin yang dibuka Pak JK," ujarnya.

Bukan hanya tidak menyumbang uang, Basri jua menyebut bahwa Bupati Zainudin Hasan tidak menyumbang apapun termasuk menyediakan tempat di hotel untuk Rakernas. "Enggak ada, enggak ada nyumbang," ujarnya.

Selain itu, Basri juga menyebut bahwa Zainudin Hasan tidak hadir apalagi membuka acara. "Enggak, yang buka Pak JK. [Kaitannya apa] engggak tahu. Ada berita seperti itu, ya saya diminta keterangan," katanya.

Sementara itu, juru bicara KPK, Febri Diansyah, menyampaikan, penyidik memeriksa (PERTI), Basri Bermanda, dan Sekjen PERTI, Hasni Rusli karena mereka yang menyampaikan permintaan bantuan tempat rakernas kepada Zainudin Hasan melalui surat.

"Keduanya diketahui sebagai pihak yang mengirimkan surat kepada Bupati Lampung Selatan terkait permohonan tempat Rakernas," kata Febri.

Penyidik memeriksa dua petinggi PERTI dan 3 orang lainnya sebagai saksi untuk tersangka Gilang Ramadhan yang merupakan bos CV 9 Naga. Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Lamsel, Zainudin Hasan; Ketua Fraksi PAN DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugroho; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lamsel, Anjar Asmara; dan bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan sebagai tersangka.

Gilang Ramadhan diduga menyuap Zainudin Hasan, Agus Bhakti Nugroho, dan Anjar Asmara sekitar Rp600 juta terkait sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lamsel.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK di Bandar Lampung dan Lamsel pada Kamis (26/7/2018). Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK menangkap 13 orang dalam OTT ini.

KPK menyangka Gilang Ramadhan diduga sebagai pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan Zainudin Hasan, Agus Bhakti Nugroho, dan Anjar Asmara diduga sebagai penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
13-09-2018 06:12