Main Menu

Nelayan Teluk Bintuni Dapat Menikmati Harga BBM Satu Harga

Umaya Khusniah
14-09-2018 20:15

Peresmian dihadiri oleh Komite BPH Migas M. Lobo Balia, Regional Manager Retail Fuel Marketing PT Pertamina MOR VIII Maluku Papua Fanda Chrismianto, dan Bupati Teluk Bintuni Petrus Kasihiw. (Dok.Pertamina/RT)

Teluk Bintuni, Gatra.com - Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) meresmikan lembaga penyalur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBU-N) 88.983.03 di Kelurahan Bintuni Timur, Distrik Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni pada Rabu (12/9) lalu. Selain sebagai langkah untuk menambah layanan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, SPBU ini juga sebagai bagian dari Program BBM Satu Harga di wilayah Papua Barat.

 

 

SPBU-N ini merupakan titik ke-14 yang telah diresmikan oleh Pertamina di tahun 2018. Kegiatan peresmian ini dihadiri oleh Komite BPH Migas M. Lobo Balia, Regional Manager Retail Fuel Marketing PT Pertamina MOR VIII Maluku Papua, Fanda Chrismianto, dan Bupati Teluk Bintuni, Petrus Kasihiw.

SPBU-N ini melengkapi 4 lembaga Penyalur (3 SPBU Kompak dan 1 SPBU-N) yang telah ada di Teluk Bintuni sebelumnya. Sampai saat ini total ada 5 lembaga penyalur telah beroperasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut. Adapun pasokan BBM disuplai dari Terminal BBM Sorong.

Menurut Komite BPH Migas M. Lobo Balia, peresmian BBM Satu Harga di Teluk Bintuni merupakan wujud komitmen pemerintah untuk menyediakan energi berkeadilan bagi masyarakat.
“Peresmian ini wujud pelaksanaan program pemerintah dan ditargetkan 73 titik di tahun 2018,” ujarnya seperti dalam rilis yang diterima Gatra.com Jumat (14/9).

Terkait dengan isu penambahan kuota, Lobo menjelaskan bahwa kuota ditentukan dengan mempertimbangkan kebutuhan serta permintaan dari Pemerintah Daerah. Pihak Pemerintah Daerah dapat mengajukan permohonan yang dikirimkan ke BPH Migas dan kemudian akan dihitung serta disusun berdasar kebutuhan permintaan.

Lobo juga menjelaskan alternatif lain untuk masyarakat agar mudah mendapatkan BBM. Dengan mendirikan sub penyalur dengan mekanisme pengajuan pembelian ke SPBU oleh kelompok masyarakat dimana ongkos angkutnya di tentukan oleh Bupati setempat hingga sampai ke nelayan.

Sementara Regional Manager Retail Fuel Marketing PT Pertamina MOR VIII Maluku Papua, Fanda Chrismianto berharap dengan diresmikannya SPBU-N ini membuat masyarakat tidak lagi antri bebarengan dengan para pembeli di Agen Premium Minyak Solar (APMS).

Fanda berharap kebutuhan masyarakat nelayan diharapkan dapat tercukupi sehingga dapat berkontribusi bagi perbaikan taraf hidup masyarakat Teluk Bintuni khususnya komunitas nelayan. Dengan harga premium Rp 5.150 dan Rp 6.450 tentu biaya operasional bahan bakar dapat turun mencapai 50 persen.

"Kami berharap agar hasil tangkapan dan produktivitas nelayan di Teluk Bintuni ini semakin membaik," ujar Fanda.

Dalam acara peresmian ini, Bupati Teluk Bintuni juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas pelaksanaan program BBM Satu Harga sebagai wujud perhatian pemerintah kepada masyarakat di daerah. “Ini adalah salah satu wujud nyata janji pemerintah bagi kita,” ujarnya.

Sebagai informasi sebelum adanya program BBM 1 Harga ini, harga BBM di pengecer bervariasi di kisaran harga Rp10.000,00 hingga Rp13.000,00. Setelah program ini berjalan, masyarakat dapat menikmati harga yang sama dengan wilayah lainnya.


Umaya Khusniah

Umaya Khusniah
14-09-2018 20:15