Main Menu

Penyaluran Bantuan Sosial Masih Bermasalah

Mukhlison Sri Widodo
14-09-2018 21:36

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Kementerian Sosial, Andi ZA Dalung.(Dok. Kemensos/re1)

Yogyakarta, Gatra.com - Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin, Kementerian Sosial, Andi ZA Dalung menyatakan sampai saat ini penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk program keluarga harapan (PKH) masih menemui banyak masalah. 

 

“Berdasarkan penelitian, masih ditemukan kendala penyaluran bansos PKH, bantuan pangan non tunai (BPNT), dan beras sejahtera (rastra),” kata Andi usai seminar ‘Pemantuan Bantuan Sosial  Pangan 2018’ di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (14/9).

Kendala itu antara lain bantuan tidak tepat sasaran, tidak tepat jumlah, kemudian kualitasnya belum memadai, tak tepat waktu, tidak tepat harga, hingga masalah administrasi.

Menurut Andi, Kemensos akan menjadikan temuan ini sebagai evaluasi untuk memperbaiki pelayanan dan penyaluran bansos PKH.

“Ada kemungkinan salah satu bidang tidak berjalan sesuai pedoman umum. Misalnya harga terlalu mahal. Mestinya semua pihak yang terlibat mulai supplier hingga Pemda turut mengawasi apakah barangnya ada atau tidak," kata dia.

Ketua Tim Peneliti dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesejahteraan DIY, Istiana Hermawati mengonfirmasi adanya kendala penyaluran bansos.

“Penelitian ini dilakukan di 35 kota dari 192 kota penerima program termasuk di Kabupaten Kulonprogo,” katanya.

Dari penelitian ini, penerima bantuan di DIY sebanyak 86% mendapat beras sejahtera 10 kilogram dan ada 7% menerima beras 8 kilogram dan 5 kilogram. 

Menurut Istiana, 58,57% responden mengatakan kualitas beras bantuan tersebut baik, kemudian  40,21% menilai cukup. “Hanya  1,21 persen yang menilai kualitas beras buruk," ujarnya.


Reporter: Arif Koes
Editor: Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
14-09-2018 21:36