Main Menu

KPK Telusuri Aset Milik Kadis PUPR Tulungagung

Iwan Sutiawan
14-09-2018 23:32

Ilustrasi penyidik KPK.(ANTARA/re1)

Jakarta, Gatra.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa 3 orang saksi untuk menelusuri aset-aset milik Sutrisno, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung.

 

Juru bicara KPK, Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (14/9), menyampaikan penyidik memeriksa 4 orang saksi, 3 di antaranya merupakan keluarga dari Sutrisno. Mereka diperiksa untuk tersangka Syahri Mulyo, Bupati Tulungagung.

Adapun empat saksi tersangka Syahri Mulyo yang diperiksa tersebut yakni pemilik CV Nindya Krida, Dwi Basuki serta 3 orang dari swasta adalah Sukamto, Supriyono, dan Uni Fitria.

"Dari ketiga saksi yang merupakan keluarga tersangka SUT [Sutrisno], penyidik mendalami pengetahuan para saksi terkait aset-aset tersangka SUT," katanya.

KPK menetapkan Bupati Tulungagung periode 2013-2018, Syahri Mulyo sebagai tersangka karena diduga menerima suap sekitar Rp1 miliar. KPK juga menetapkan tiga orang tersangka lainnya yakni Agus Prayitno (AP) dari pihak swasta, Sutrisno (SUT) selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung, dan Susilo Prabowo (SP) selaku kontraktor.

KPK menetapkan Syahri yang juga merupakan ketua DPC PDI Perjuangan Tulung Agung sekaligus calon bupati Tulungagung beserta tiga tersangka lainnya ini setelah menemukan bukti permulaan yang cukup.

Penetapan ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak di Tulungagung dan Blitar, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu (6/6/2018). Disimpulkan adanya dugaan tindak pindana korupsi menerima hadiah atau janji oleh Bupati Tulungagung terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkab Tulungagung.

Tersangka Syahri diduga menerima suap dari Susilo melalui Agung Prayitno sebesar Rp1,5 miliar terkait proyek-proyek pembangunan infrastruktur peningkatan jalan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Tulungagung.

Penerimaan uang sejumlah Rp1,5 miliar tersebut dalam dua tahap, pertama sekitar Rp500 juta dan kedua sebesar Rp1 miliar. Tersangka Susilo Prabowo adalah salah satu kontraktor yang kerap memenangkan proyek-proyek di Pemkab Tulungagung sejak 2014 hingga 2018.

KPK menyangka Syahri Mulyono, Agung Prayitno, dan Sutrisno selaku penerima disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun Susilo diduga selaku pihak pemberi suap, disangka melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 65 KUHP.

Selain menangkap sejumlah pihak, dalam OTT ini tim Satuan Tugas KPK juga mengamankan sejumlah barang butki yang kemudian dilakukan penyitaan. Barang bukti tersebut di antaranya uang sejumlah Rp1 miliar, catatan proyek, dan bukti transaksi perbankan. Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
14-09-2018 23:32