Main Menu

Kejagung Tangkap Buronan Terpidana Perkara SARA

Iwan Sutiawan
18-09-2018 22:58

Kapuspenkum Kejagung, M Rum (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/re1)

Jakarta, Gatra.com - Tim Intelijen Kejaksaan Agung (Kejagung) dan tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkal Pinang, menangkap Erma Ginting alias Erma. Dia merupakan terpidana perkara penyebaran informasi menyangkut Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

 

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, M Rum di Jakarta, Selasa (18/9), menyampaikan, penangkapan tersebut berdasarkan Surat Kajati Bangka Belitung Nomor R-185/n.9/Dek.3/03/2018 tanggal 20 Maret 2018.

Surat perintah penangkapan tersebut untuk melaksanakan putusan Mahkamah Agung (MA)
Nomor 2585K/Pid.Sus/2016 tanggal 13 Maret 2017.

"Diamankan di Desa Seberaya, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Selasa, 18 September 2018, sekitar pukul 15.25 WIB," kata M Rum.

MA memutuskan bahwa Erma Ginting terbukti bersalah melakukan tindak pidana menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu berdasarkan SARA.

MA menyatakan Erma melanggar Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indnesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan dijatuhi hukuman penjara selama 4 tahun dan 6 bulan serta denda Rp1 miliar subsidair 6 bulan kurungan.

Menurut Rum, Erma merupakan terpidana ke-165 yang ditangkap karena kabur atau melarikan diri dan masuk dalam daftar pencarian orang. "Tim Intelijen Kejaksaan Agung sudah melakukan penangkapan buronan sebanyak 165 orang," ujarnya.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
18-09-2018 22:58