Main Menu

Kementerian Pertanian Ubah Nama Sekolah Tingginya Menjadi Politeknik

Aries Kelana
19-09-2018 06:10

Polbangtan Diluncurkan, Kementan Siap Cetak Wirausaha Muda Pertanian. (Dok.Kementan/RT)

Bogor, Gatra.com -- Kementerian Pertanian (Kementan) mengubah nama  lembaga pendidikan dari Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) ke Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan). Peluncuran nama itu dilakukan secara simbolis di Polbangtan, Bogor, Selasa (18/9). Dengan demikian, enam nama STP berubah menjadi Polbangtan.

 

Peluncuran Polbangtan ini dilakukan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Hadir pula Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog Budi Waseso, perwakilan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kemnterian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pedesaan. Kementerian Sosial, dan perwakilan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional, dan perwakilan dunia usaha dan industri.

Dalam acara itu, Mentan Amran mengatakan bahwa Polbangtan tidak hanya sekedar melakukan simbol. Namun juga harus menjadi wadah yang mampu menghasilkan generasi muda pertanian yang inovatif dan menjadi pelaku usaha. "Juga sebagai wadah lahirnya berbagai teknologi pertanian yang modern dalam meningkatkan produksi, nilai tambah dan kesejahteraan petani," ujarnya dalam rilisnya yang diterima Gatra.com.

Sebab, tanpa teknologi, sektor pertanian tidak mungkin bisa maju dan bersaing dengan negara lain. “Kami mimpikan Indonesia bidang pertanian tidak lagi penting alat mensin pertanian. Kita harus produksi sendiri. Saya minta rancang model alat mesin pertanian modern. Saya juga meminta tugas-tugas di seluruh dunia untuk mengembangkan teknologi pertanian yang baru, ”kata Amran pada Peluncuran enam polbangtan se Indonesia yang dilakukan secara simbolis di Polbangtan Bogor,

Karenanya, Amran meminta  Polbangtan bersinergi dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan berbagai lembaga baik dalam dalam negeri maupun luar negeri.  “Kalau mau wajah pertanian berubah, kita mulai dari Polbangtan ini. Polbangtan harus bisa menghasilkan teknologi,” ujarnya.

Misalnya teknologi bisa menghasilkan produksi dan bisa mengubah lahan kering dan rawa menjadi lahan produktif. Potensi lahan kering dan rawa kita sangat luar biasa, jika bisa dioptimalkan indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia, impor kita berhenti.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Penyuluhan dan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Momon Rusmono menjaskan launching Polbangtan merupakan momentum bagi dunia pertanian. Enam Polbangtan telah terbentuk dari hasil transformasi STPP, meliputi Polbangtan Medan, Polbangtan Bogor, Polbangtan Yogyakarta Magelang (YOMA), Polbangtan Malang, Polbangtan Gowa dan Polbangtan Manokwari.

“Transformasi STPP menjadi Polbangtan, tidak lebih dari sekadar nama, namun lebih dari itu adalah bagaimana perpustakaan ini menjadi lebih tinggi. Juga dapat menjawab tantangan menciptakan teknologi dan informasi informasi terbaru dengan mudah diakses dan diterapkan untuk mendapatkan dunia pertanian,” katanya.

Dengan begitu, lanjutnya, Pembentukan Polbangtan dimaksudkan tidak hanya mengisi kebutuhan tenaga kerja pertanian. Namun lebih penting lagi dapat menjadi wirausahawan bidang pertanian. "Nantinya bersihkan produksi dan produktivitas pertanian bisa mencapai, selain itu juga menyerap tenaga kerja yang kompeten dengan bidang pekerja," imbuh Momon.

Selanjutnya, Budi Waseso menyanjung Menteri Pertanian lantaran memiliki gebrakan yang luar biasa dalam memajukan pembangunan pertanian. Capaian pangan tidak hanya untuk saat ini saja, tetapi juga menjadi Indonesia yang terus berdaulat pangan bahkan menguasai pasar ekspor. “Saya bangga dengan menteri pertanian karena berjuang luar biasa. Hari ini meresmikan (Polbangtan) untuk menentukan indonesia ke depan berdaulat pangan. Ke depan kita akan ekspor pangan,” ujar pria yang akrab disapa Buwas.

“Memang kita ini sdh kelebihan pangan. Tapi mengapa ada orang yang tidak bangga dan bahkan justru tenggelamkan surplus ini. Terus impor, ” tutur Buwas. Maka, Buwas meminta ke depan sektor pertanian Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia.

Hal ini terlihat dari semangat hari ini yang dilakukan Menteri Pertanian dengan membangun Politeknik Pertanian untuk mencetak generasi muda pertanian yang unggul. Ini sejalan dengan konsep presiden pertama RI, Soekarno dengan membangun Institut Pertanian Bogor. “Saya punya keyakinan, Indonesia benar-benar menunjukkan giginya ke depan pertanian akan jaya. Saya berharap dengan mulai di-launchingnya Polbangtan, saya yakin produk pangan kita ke depan akan jaya. Saya harap mungkin ada produk-produk pangan dari Polbangtan, kami tidak perlu impor (lagi), ”ungkapnya.

Saat ini beras Indonesia surplus di saat kondisi musim kemarau. Produksi beras ke depan pada tahun 2018 ini masih ada 12 juta ton. Hingga Juli tahun 2019, kita tidak perlu impor beras. "Jika seperti ini, masa harus impor? Ini kan mubajir jika kita impor,” ucap Buwas.

Di tahun pertama penerimaan mahasiswa baru, Polbangtan membuka 13 Program Studi. Yaitu: Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, Penyuluhan Perkebunan Presisi, Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan, Teknologi Mekanisasi Pertanian, Kesehatan Hewan, Agribisnis Hortikultura, Agribisnis Peternakan, Teknologi Pakan Ternak, Teknologi Produksi Ternak, Teknologi Benih, Budidaya Tanaman Hortikultura dan Budidaya Ternak.

Pada peluncuran ini pun dilakukan penandatanganan kerjasama dengan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian. Kerjasama dilakukan dalam berbagai kegiatan, seperti  penyelenggaraan Pengajaran pabrik dan pemagangan/pelatihan dalam penyelenggaraan pendidikan. Perusahaan yang terlibat antara lain, PT Astra Agro Lestari Tbk; PT Sampoerna Agro Tbk; PT Charoen Phokphan; PT Japfa Comfeed; PT East West Seed; dan PT Sabila Farm. ini dan PT Sabila Farm. ini dan PT Sabila Farm. 


Aries Kelana

 

Aries Kelana
19-09-2018 06:10