Main Menu

Bappenas Tekankan Pentingnya Urbanisasi yang Terencana

didi
19-09-2018 11:38

Menteri PPN/Bappenas, Bambang Brodjonegoro. (GATRA/Erry Sudiyanto/FT02)

 

Jakarta, Gatra.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menekankan pentingnya urbanisasi yang terencana agar bisa berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Tanah Air.

"Urbanisasi yang terencana penting bagi Indonesia. Pada 2045, Indonesia akan mengalami pertumbuhan penduduk yang besar di mana jumlah penduduk diproyeksikan sekitar 318,9 juta orang di mana dengan 67,1% orang tinggal di daerah perkotaan," ujar Bambang dalam keterangannya, Rabu (19/9).

Pada 2045, jumlah penduduk diprediksi bertambah sebanyak 63,4 juta jiwa atau 24,7% dibandingkan pada 2015. Jumlah tersebut hampir dua kali dari populasi Malaysia saat ini dan tiga kali dari Australia.

Pada 2045, angkatan kerja juga diproyeksikan mencapai 206 juta dan penduduk usia lanjut, yang berusia 60 tahun ke atas, menjadi 44,9 juta.

Kendati demikian, lanjut Bambang, pertumbuhan dan distribusi populasi penduduk Indonesia tidak seimbang. Sebagian besar penduduk yaitu 59% yang tinggal di Jawa dan 21% di Sumatera, membuat 80% populasi tinggal di bagian barat Indonesia.

"Pulau Jawa telah menjadi pulau yang paling padat penduduknya dengan lebih banyak wilayah metropolitan dibandingkan dengan pulau-pulau lainnya," kata Bambang.

Menurut Bambang, penting bagi Indonesia untuk menyebarkan pertumbuhan dari Jawa ke pulau-pulau besar lainnya, untuk menyeimbangkan dan mengurangi ketidaksetaraan antar daerah.

Oleh karena itu, kata dia, wilayah metropolitan baru direncanakan untuk dikembangkan di luar Jawa. Ia mengatakan, keberhasilan pelaksanaan perencanaan regional tersebut sangat bergantung pada bagaimana area-area tersebut dilengkapi dengan, pertama yaitu, tema pengembangan yang terkait dengan sektor-sektor unggulan potensial di wilayah tersebut, rencana pengembangan spasial dan terintegrasi, serta sistem pembiayaan-perencanaan anggaran yang terintegrasi.

Ketiga hal tersebut diperlukan untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Wilayah metropolitan penting bagi Indonesia di mana aglomerasi kegiatan ekonomi di daerah perkotaan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pada 2015, kontribusi wilayah metropolitan lebih dari sepertiga dari PDB nasional," ujar Bambang.

Namun, menurutnya urbanisasi yang dikelola dengan buruk dapat mengarah ke urbanisasi tanpa pertumbuhan, di mana eksternalitas negatif melebihi manfaat aglomerasi atau berkumpulnya kegiatan ekonomi itu sendiri.


Reporter: Didi Kurniawan
Editor: Hidayat Adhiningrat P

didi
19-09-2018 11:38