Main Menu

KPK Cocokkan Suara Percakapan Kalapas Sukamiskin dan Suami Inneke

Iwan Sutiawan
19-09-2018 19:49

Wahid Husen seusai diperiksa di KPK (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/jh)

Jakarta, Gatra.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencocokan suara percakapan antara Wahid Husen selaku Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas I Sukamiskin dengan Fahmi Darmawansyah, suami Inneke Koesherawati.

 

"Mengklarifikasi percakapan antara kedua tersangka dengan memperdengarkan rekaman suara percakapan keduanya," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Rabu (19/9).

Penyidik memeriksa Wahid Husen sebagai saksi untuk tersangka Fahmi Darmawansyah, terpidana kasus suap satelit Monitoring Badan Keamanan Laut (Bakamla) melanjutkan pemeriksaan sebelumnya. "Penyidik melanjutkan pemeriksaan kemarin," ujarnya.

KPK menetapkan Wahid Husen Selaku Kalapas Klas I Sukamiskin, Fahmi Darmawansyah selaku terpidana kasus Satelit Monitoring Bakamla, Andri Rahmat terpidana pendamping Fahmi Darmawansyah, Hendry Saputra selaku ajudan Kalapas Sukamiskin sebagai tersangka.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terkait pemberian fasilitas, izin luar biasa, dan lainnya yang tidak seharusnya diberikan kepada narapidana tertentu. Dengan fasilitas ini, Fahmi dapat leluasa keluar-masuk Lapas.

Fahmi Darmawansyah yang merupakan suami Inneke Koesherawati dan Direktur Utama (Dirut) PT Melati Tecknofo Indonesia itu diduga menyuap Wahid Husen selaku Kalapas Klas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, dengan memberikan 2 mobil Mitsubishi terdiri Triton Exceed hitam dan Pajero Sport Dakkar hitam serta uang sejumlah Rp279.920.000 dan US$ 1.410.

Pemberian-pemberian itu dibantu dan diperantarai oleh orang dekat keduanya yaitu Andri Rahmat dan Hendry Saputra.
Hendry Saputra ajudan Wahid Husen. Sedangkan Andri Rahmat merupakan narapidana tindak pidana umum yang merupakan pendamping sekaligus orang kepercayaan Fahmi Darmawansyah.

KPK menyangka Fahmi Darmawansyah dan Andri Rahmat selaku pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Sedangkan terhadap Wahid Husen dan Hendry Saputra selaku penerima suap melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 128 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-l KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
19-09-2018 19:49