Main Menu

Polemik Impor Beras, Jokowi Diingatkan Bisa Kehilangan Suara Petani

Anthony Djafar
19-09-2018 23:20

Ilustrasi persediaan beras (GATRA/Ardi Widi Yansah/jh)

Jakarta, Gatra.com - Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio memgingatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres pertahanan agar segera menyudahi polemik masalah impor beras, karena bisa saja kehilangan dukungan suara dari petani dalam Pilpres mendatang.

 

“Jika polemik masalah beras dibiarkan terus berlarut, terutama menyangkut impor beras. Maka suara dari petani bisa tergerus. Ingat, suara petani itu besar, jangan diremehkan," kata Hendri Satrio di Jakarta, Rabu (19/9).

Hendri menyarankan untuk tidak menganggap remeh masukan dari banyak pihak terkait polemik impor beras yang dipandang merugikan petani karena bisa saja akan menggerus suaranya di Pilpres 2019.

"Sebaiknya Jokowi segera panggil Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian dan Kepala Bulog untuk duduk bersama, mengakhiri polemik ini," katanya.

Diketahui, Dirut Bulog Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan agar tidak perlu mengimpor beras karena ketersedian di gudang Bulog masih cukup. Mantan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) ini memastikan tidak akan ada impor beras hingga akhir 2018. karena mengaku stok beras di Bulog saat ini masih lebih dari cukup untuk konsumsi dalam negeri.

Sementara itu menteri perdagangan Enggartiasto Lukita menyebut bahwa keputusan untuk impor beras sudah berdasarkan Undang-Undang (UU) pangan dan Peraturan Presiden (PP) yang diputuskan dalam rapat koordinasi (rakor), sehingga kementerian perdagangan juga mengeluarkan surat tugas impor kuota 2 juta ton kepada Bulog.

"Iya nggak apa-apa, jangan diperpanjang izinnya. Loh ya terserah, yang pasti rakortas memutuskan jumlah total itu 2 juta, itu keputusan rakor bukan keputusan saya," kata Enggartiasto ketika berkunjung ke Gudang Gakoptindo di Jakarta Barat.

Anthony Djafar

Anthony Djafar
19-09-2018 23:20