Main Menu

Polri: Gunawan Jusuf jadi Terlapor Dugaan Penipuan dan Pencucian Uang

Cavin Rubenstein M.
20-09-2018 17:37

Ilustrasi. (shutterstock_585690464/RT)

Jakarta, Gatra.com - Mabes Polri menyatakan pemilik Sugar Group Company, Gunawan Jusuf menjadi terlapor terkait dugaan kasus penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pelapornya adalah Toh Keng Siong, yang tak lain adalah mantan rekan bisnis Gunawan.

 

Dalam rilis yang diterima redaksi Gatra.com, pelaporan terhadap Gunawan Yusuf berpangkal sekitar 20 tahun lalu. Menurut keterangan polisi, Toh Keng Siong menempatkan dana ke PT Makindo milik Gunawan Jusuf dalam rentang waktu 1999 sampai 2004. Total jenderal, ada sekitar 126 juta dollar AS ditanamkan Keng Siong di perusahaan milik Gunawan itu. Dari uang sebanyak itu, baru 25 juta dollar AS yang dikirimkan balik oleh Gunawan kepada Keng Siong,

Ketika Keng Siong hendak menarik semua investasinya di tahun 2001, Claudine Jusuf selaku mantan istri dari Gunawan mengaku tidak pernah ada setoran investasi Keng Siong ke Makindo

"GJ [Gunawan Jusuf] menyatakan lewat Claudine Jusuf yang merupakan mantan istri GJ, bahwa pelapor [Toh Keng Siong] tidak pernah menempatkan uangnya di PT Makindo," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/9) kemarin.

Merasa tertipu, Toh Keng Siong melaporkan kasus ini ke Kepolisian di tahun 2004. Namun pada 20 Juli 2004, penyelidikan atas laporannya dihentikan penyidik (SP3) dengan alasan bukan tindak pidana. Tidak terima dengan penghentian perkara, Keng Siong mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2008. Ia pun memenangkan gugatan tersebut.

Perjalanan kasus Toh Keng Siong ini tidak langsung mulus setelah menang di PN Jakarta Selatan. Karena berselang lima tahun, yakni 2013, Divisi Hukum Polri mengajukan Peninjauan Kembali atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memenangkan Toh Keng Siong.

Kemudian, Mahkamah Agung menyatakan bahwa putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan batal. MA juga menguatkan SP3 penyidik Mabes Polri.

Baru di tahun 2015 angin mulai berubah. Claudine Jusuf memberikan keterangan perusahaan yang dikelola mantan suaminya pernah menerima uang yang sifatnya diinvestasikan oleh Toh Keng Siong selama periode 1999 sampai 2004.

16 Agustus 2016, Toh Keng Siong membuat laporan baru dengan sangkaan penggelapan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Pada laporan baru ini, Polisi menjadikan Gunawan Jusuf sebagai saksi terlapor.

Namun sepertinya, status saksi itu tidak diterima oleh kubu Gunawan Jusuf. Itu sebabnya, ia mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, akhir Agustus lalu.

Menurut pakar hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia, Prof. Dr. Mudzakir, seorang terlapor yang masih berstatus saksi tidak punya legal standing untuk mengajukan praperadilan. Karena menurutnya, belum ada kerugian yang ditimbulkan dari penyelidikan kepolisian.

Mudzakir sendiri berharap agar PN Jaksel menolak praperadilan Gunawan. "Harus ditolak karena bisa mengacaukan tatanan hukum. Kalau sudah penyidikan dan ada tersangka baru bisa praperadilan," tutur Mudzakir dalam rilisnya kepada Gatra.com.

Sebaliknya, pengacara Gunawan Jusuf yang hadir pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, belum mau mengomentari kasus yang menimpa kliennya maupun permohonan praperadilan yang diajukan.

"Tidak ada komentar dulu karena belum ada sidang," ujar pengacara dari Gunawan Jusuf, Marx Adryan, kepada wartawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/9) lalu.

Pada sidang praperadilan yang diajukan Gunawan Jusuf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin kemarin, majelis hakim Kartim Haerudin menunda sidang perdana lantaran Bareskrim Mabes Polri sebagai pihak termohon berhalangan hadir.

  


 

Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
20-09-2018 17:37