Main Menu

Hingga 2046, Bandara Baru DIY Targetkan 25 Juta Penumpang

Mukhlison S Widodo
20-09-2018 20:44

Maket bandara New Yogyakarta International Airport. (GATRA/Arief Koes/awy)

Yogyakarta, Gatra.com - General Manager PT Angkasa Pura  I Agus Pandu Purnama menyatakan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) akan dibangun tiga tahap hingga 2046. Targetnya mampu menampung 25 juta penumpang per tahun.

 

Agus menyatakan pembangunan tiga tahap menyangkut pengembangan panjang landasan, terminal penumpang, dan area parkir pesawat.

“Pembangunan tahap pertama 2018-2026 menargetkan landasan sepanjang 3.250 meter, kemudian terminal penumpang seluas 180.000 meter persegi, dan area parkir untuk 23 pesawat. Diharapkan hingga 2026, sekitar 14 juta penumpang dapat dilayani,” jelas dia di lokasi pembangunan NYIA Kecamatan Temon, Kulonprogo, Kamis (20/9).

Adapun tahap kedua pada tahun 2027-2036 memperluas terminal penumpang hingga 325.000 meter persegi dengan area parkir untuk 31 pesawat. Sedangkan panjang landasan tetap dan targetnya melayani penumpang 20 juta per tahun.

Di tahap akhir, pembangunan pada 2037-2046 membangun landasan NYIA hingga 3.600 meter, luas terminal mencapai 290.000 meter persegi, dan area parkir mampu menampung 37 pesawat. Target akhirnya, NYIA melayani penumpang 25 juta orang per tahun.

“Targetnya 1 April 2019 sudah bisa digunakan. Progresnya untuk tahap persiapan 98 persen. Sedangkan untuk kontruksi airside dan landside berupa terminal 0,01 persen. Nah, pembangunan konstruksi ini yang kami kejar. Waktunya cukup,” jelas Pandu.

Pandu optimistis target pembangunan konstruksi dapat selesai tepat waktu. Saat beroperasi, NYIA harus siap 100 persen untuk airside, 50 persen ntuk aporn, dan terminal 50 persen atau seluas 90.000 meter persegi.

“Ini sudah hampir enam kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto saat ini dan mampu mengakomodasi seluruh penerbangan dari sana yang diperkirakan tahun ini mencapai 8 juta penumpang,” jelasnya.

Namun demikian Pandu mengatakan tidak semua penerbangan komersial akan dipindah ke NYIA. Bandara Adisutjipto tetap melayani penerbangan komersial.

Alasannya wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah akan menjadi destinasi utama pariwisata Indonesia dengan perkiraan penumpang mencapai 25 juta orang per tahun.

Untuk awal operasional NYIA, Pandu menyatakan AP I  telah berkomunikasi dengan maskapai penerbangan nasional seperti Garuda, Sriwijaya, dan Lion Air juga dua maskapai internasional yakni Silk Air dan Air Asia dengan tujuan Singapura dan Malaysia. NYIA disebut akan mampu melayani pesawat berbadan lebar sejenis Airbus A-800.

AP I juga menyiapkan jalur bawah tanah atau underpass untuk Jalan Daendels, jalan raya sejak masa kolonial di kawasan selatan DIY. 

“Selama pembangunan bandara Jalan Daendels memang ditutup. Namun saat NYIA beroperasi, kami akan bangun underpass di bawah terminal, sehingga jalan Daendels bisa tetap digunakan masyarakat,” pungkasnya.


Reporter: Arif Koes
Editor: Mukhlison

Mukhlison S Widodo
20-09-2018 20:44