Main Menu

Amin Santono Kecele Urus Anggaran Tambahan Pemkot Tual dan OKU

Iwan Sutiawan
21-09-2018 10:18

Amin Santono. (ANTARA/Muhammad Adimaja/RT)

 

Jakarta, Gatra.com - Amin Santono saat menjadi anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat sempat kecele setelah mengurus anggaran tambahan dari APBN untuk Pemerintah Kota (Pemkot) Tual dan Pemkab Ogan Komering Ulu (OKU).

Dalam surat dakwaan terhadap Eka Kamaluddin, orang kepercayaan Amin yang dibacakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (20/9), jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, bahwa Amin sempat mengusulkan anggaran untuk kedua pemda tersebut dan Pemkab Lampung Tengah (Lamteng).

Ketiga daerah tersebut diusulkan Amin setelah menerima proposal dari Iwan Sonjaya, mantan Anggota DPRD Kabupaten Kuningan yang merupakan bagian dari kaki tangannya dalam mengurus usulan penambahan anggaran kepada pemerintah pusat.

Iwan Sonjaya awalnya menawarkan kepada sejumlah pemda untuk mengusulkan penambahan anggaran namun harus membayar fee mulai 7-10% untuk Amin dkk.

Iwan menawarkan kepada Kabupaten Lamteng, Kabupaten Ciamis, Kota Tual, Provinsi Maluku, Kabupatan Way Kanan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Garut, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Majelengka, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Kampar.

Dari proposal yang diterima Amin, seletelah diseleksi hanya 3 darah yang diajukan untuk mendapatkan tambahan dana dari APBN menggunakan aspirasinya yakni Pemkab Lamteng, Kota Tual, dan Pemkab Ogan Komering Ulu (OKU) karena mereka sepakat mau memberikan fee 7%.

Kemudian Amin mengirimkan proposal pada 19 Oktober 2017 kepada Sukiman selaku Koordinator Banggar Komisi XI DPR RI. Melalui WhatsApp Amin mengusulkan OKU mendapatkan Rp40 miliar untuk bidang jasa dan lingkungan, Tual Rp69 miliar untuk jalan dan jembatan, serta Lamteng Rp37,5 miliar untuk jalan dan jembatan. Usulan ini disetujui Sukiman.

Terkait proposal tersebut, Amin pada 20 Oktober 2017 juga mengonfirmasikan melalui WhatsApp kepada Suherlan selaku Tenaga Ahli Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) yang juga merupakan tenaga ahli dari Sukiman.

Pada 30 Oktober 2017, Amin mendapatkan informasi dari Yaya bahwa proposal yang diajukan untuk Kota Tual mendapat anggaran DAK 2018 sejumlah Rp29.801.000.000, OKU Rp29.901.000.000, dan Lamteng Rp79.775.000.000. Akhirnya keluar Perpres tentang anggaran ini. Bahkan Lamteng mendapat anggaran DID untuk bidang kesehatan Rp8,5 miliar.

Setelah itu Amin memerintahkan Eka untuk menagih fee kepada derah-daerah tersebut. Namun hanya Lamteng yang mau memberikan yakni sejumlah Rp3.175.000.000 yang diserahkan oleh Taufik Rahman. Uang itu disetor kepada Amin Rp2,8 miliar. Amin memberikan Rp300 juta kepada Yaya melalui Eka. Sedankan sisa Rp75 juta dari Lamteng dipakai untuk keperluan pribadi Eka dan tim.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
21-09-2018 10:18