Main Menu

Kejagung Panggil Ulang Mantan Gubernur Alex Noerdin Soal Kasus Bansos

Iwan Sutiawan
21-09-2018 13:31

Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo (Dok.GATRA/RT)

 

Jakarta, Gatra.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) akan kembali memanggil mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin setelah kembali tidak memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus korupsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) Pemprov Sumsel tahun anggaran 2013.

"Kita harapkan nanti kita undang lagi, menurut laporan dari Jampidsus akan diundang lagi untuk ketiga kalinya," kata Jaksa Agung H Muhammad Prasetyo di Kejagung, Jakarta, Jumat (21/9).

Ketidakhadiran Alex untuk kali kedua pada Kamis kemarin (20/9), menurut Prasetyo karena yang bersangkutan sedang ada tugas selaku gubernur. Alex baru dua kali tidak memenuhi.

"Kemarin dua kali diundang, alasannya cukup bisa diterima lah, kita berpikir positif saja, positif thinking bahwa ketidakhadiran yang bersangkutan betul-betul karena melaksanakaan tugas-tugas negara," ujarnya.

Prasetyo juga memastikan bahwa Alex Noerdin baru dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan, bukan sudah 4 kali. "Baru dua kali, baru dua kalilah [tidak hadir], dulu sudah sempat hadir dan memberikan keterangan dan nanti akan diperdalam lagi kan," ujarnya.

Dalam kasus ini, Kejagung menetapkan dua orang tersangka yakni Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumsel, Laonma Tobing, dan mantan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel, Ikhwanuddin.

Pada April 2016, Alex Noerdin juga pernah diperiksa di Gedung Bundar Kejagung, sebagai saksi dalam perkara yang sama. Saat itu, dia ditanyai mengenai kebijakan, prosedur tentang hibah dan bansos Pemprov Sumsel tahun 2009-2014 sejumlah Rp2,1 triliun.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
21-09-2018 13:31