Main Menu

Praperadilan Gunawan Jusuf Masuk Radar KY

Cavin Rubenstein M.
22-09-2018 12:07

Logo Komisi Yudisial. (Dok.KYRI/RT)

 

Jakarta, Gatra.com - Gugatan Praperadilan yang dilayangkan Gunawan Yusuf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, masuk dalam pengawasan Komisi Yudisial (KY).

"[Kami] melakukan pemantauan sidang berdasarkan permohonan pihak siapa pun. KY akan fokus pada perilaku hakim," kata Ketua Bidang Pengawasan Haki dan Investigasi KY, SUkma Violetta, kepada wartawan, Jumat (21/9) kemarin.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Pengawasan yang dilakukan KY adalah untuk menegaskan peradilan yang adil dan transparan, berintegritas.

Salah satu objek pemeriksaan adalah apakah hakim yang menyidangkan suatu perkara menjalankan sesuai hukum yang berlaku dengan berperilaku sesuai kode etik hakim yakni melihat hakim berperilaku imparsial (tidak berpihak), memberi kesempatan yang sama pada para pihak dan lainnya.

“Kami memperlakukan semua permohonan pemantauan dari masyarakat secara setara (equal),” kata Sukma.

Sebelumnya di hari yang sama, Advokat Senior Deny Kailimang mendatangi gedung KY dan meminta agar lembaga pengawas peradilan itu mengawasi proses jalannya sidang praperadilan yang diajukan oleh Gunawan Jusuf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Senin (24/9) mendatang.

Denny selaku kuasa hukum Toh Keng Siong, pihak yang melaporkan Gunawan Jusuf ke Bareskrim Polri atas perkara dugaan penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Alih-alih bersedia diperiksa, Gunawan malah mempraperadilankan Bareskrim Polri atas statusnya yang masih jadi saksi terlapor dalam kasus tersebut.

“Dia [Toh Keng Siong] merasa sangat dirugikan maka dia melapor ke kepolisian,” kata Denny kepada wartawan di gedung KY.

Deny menguraikan bahwa kliennya sudah beberapa kali membuat laporan tapi tidak mendapatkan keadilan. Kali ini, laporan yang dibuatnya ini langsung diproses oleh Bareskrim Polri, meski belakangan laporan itu dipraperadilankan.

Sidang perdana praperadilan yang diajukan Gunawan Jusuf ini pernah ditunda oleh Hakim Kartim Haeruddin pada Senin (17/9/2018). Sebab, pihak termohon yakni Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri tidak hadir.

Pengacara Gunawan Jusuf, Marx Andrian yang hadir pada sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan justru belum mau mengomentari kasus yang menimpa kliennya maupun permohonan praperadilan yang diajukan.

"Tidak ada komentar dulu karena belum ada sidang," katanya, saat ditanya wartawan.


Cavin R. Manuputty

 

Cavin Rubenstein M.
22-09-2018 12:07