Main Menu

Ma’ruf Amin Mengundurkan Diri dari Rais Aam PBNU

Hidayat Adhiningrat P.
22-09-2018 15:38

Cawapres pendamping Joko Widodo, KH Ma'ruf Amin. (GATRA/Adi Wijaya/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi), KH Ma'ruf Amin resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

 

Pengunduran diri itu disampaikan Ma’ruf dalam Rapat Pleno PBNU yang dihadiri oleh seluruh pengurus harian dan ketua lembaga seberat Badan Otonom (Banom) PBNU. Ma'ruf Amin mundur karena dirinya sudah resmi berstatus sebagai Cawapres Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019.

“Ada situasi yang saya sebagai kader NU tidak bisa menghindar. Bangsa dan negara memanggil saya untuk memberikan pengabdian terbaik dengan dicalonkan sebagai Wakil Presiden,” kata Ma’ruf Amin dalam salinan surat pengunduran dirinya yang diterima Gatra.com, Sabtu (22/9).

Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sendiri resmi menerima pengunduran diri KH Ma’ruf Amin dari jabatannya sebagai Rais ‘Aam PBNU.

Selanjutnya Maruf Amin meminta doa, restu dan dukungan menapaki jalur perjuangan sebagai wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Joko Widodo.

Untuk pertama kalinya KH Miftahul Achyar memimpin Rapat Pleno dalam khidmat sebagai Pejabat Rais ‘Aam PBNU. Jabatan yang ditinggalkan Ma'ruf Amin langsung diserahkan kepada Wakilnya K.H Miftahul Akhyar. 

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu meminta penggantinya untuk melanjutkan tugas-tugas Rais Aam yang belum dikerjakan sebagaimana amanah Muktamar NU di Jombang pada 2015 silam.

Sebagai tambahan informasi, setelah melepas jabatan sebagai Rais ‘Aam PBNU, Rapat Pleno PBNU juga menetapkan KH Ma’ruf Amin sebagai Mustasyar PBNU.


Reporter: Abdul Hady JM
Editor: Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
22-09-2018 15:38