Main Menu

Sudah Over Kapasitas, Lapas Harus Revitalisasi

Bernadetta Febriana
23-09-2018 22:31

Dirjen PAS Sri Puguh Budi Utami (GATRA/Bernadetta Febriana/awy)

Jakarta, Gatra.com - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami menyatakan bahwa kapasitas lapas di Indonesia sudah kelebihan muatan. Maka dari itu, ia meminta masyarakat bersabar dan memberinya waktu untuk memperbaiki alias merevitalisasi lapas di Indonesia. 

 
Sri menyampaikan kondisi Lapas dan Rutan di Indonesia pada media briefing Dunia Di Balik Lapas, Minggu (23/9) di Jakarta. Maka, tak mengherankan bila sering terjadi kerusuhan dan kekerasan di Lapas, juga lolosnya beberapa penyelundupan narkoba ataupun handphone ke dalam penjara. 

 
Kapasitas lapas di seluruh Indonesia, kata Sri, adalah kurang dari 125 ribu, tepatnya 124.973. “Namun, terisi sampai nyaris 250 ribu orang,” katanya. hal ini tentu membengkak dua kali lipat. 

 
Akibatnya, para pegawainya kewalahan untuk melakukan tugas mereka. “Yang terbanyak dari jumlah itu, sekitar 101 ribu orang, adalah narapidana narkoba. Padahal kalau mereka itu pengguna, harusnya direhabilitasi bukan masuk lapas,” katanya lagi. itulah salah satu yang membuat penjara begitu penuh. 

 
Beberapa akibat buruk dari penuh dan berjubelnya penjara adalah napi anak yang sering digabung dengan napi dewasa. “Dan jadi banyak penyelewengan seksual yang terjadi, dengan sesama napi laki-laki atau sesama napi perempuan,” katanya. Hal itu dikhawatirkan angka penderita HIV/AIDS bakal membengkak.

 
Maka dari itu, lanjutnya, pihaknya sudah mengajukan rencana untuk revitalisasi. “Dengan pemerataan penghuni, mempercepat pemberian hak berbasis IT dan juga pembangunan penambahan kapsitas,” ujarnya. 

 
Sementara menanggapi lapas khusus koruptor di Sukamiskin, Sri menyatakan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan barang-barang yang dianggap mewah yang ada di sel penghuni. “Seperti televisi, kulkas, itu sudah kita keluarkan,” kataya.

 
Juga mengenai pondok atau saung-saung yang ada di sana, lanjutnya, sebagian sudah dirubuhkan. “Masih ada beberapa karena memang untuk kepentingan kalau keluarga ada yang menjenguk,” ujarnya.


Bernadetta Febriana 

 

 

Bernadetta Febriana
23-09-2018 22:31