Main Menu

KPK Panggil Legislator Golkar Soal Kasus PLTU Riau 1 Tersangka Idrus Marham

Iwan Sutiawan
24-09-2018 09:43

Febri Diansyah, juru bicara KPK. (GATRA/Adi Wijaya/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Nawafie Saleh untuk menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan suap terkait proyek PLTU Riau 1 yang membelit tersangka Idrus Marham.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka IM [Idrus Marham] dalam kasus tindak pidana korupsi suap PLTU Riau 1," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Senin (24/9).

Selain legislator asal Fraksi Partai Golkar, penyidik KPK juga memanggil Direktur PT Nugas Trans Energy dan Direktur PT Raya Energi Indonesia, Indra Purmandani juga untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham.

KPK menetapkan Idrus sebagai tersangka karena diduga bersama-sama Eni menerima hadiah atau janji dari
Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Eni diduga menerima uang sejumlah Rp6,2 miliar dari Kotjo secara bertahap sejak November 2017 sampai Juli 2018 yang diduga diketahui dan terdapat peran Idrus.

Selain itu, Idrus juga dijanjikan uang sejumlah US$1,5 juta dari Kotjo jika berhasil memuluskan proyek PLTU Riau 1 yang akan digarap atau dikerjakan Kotjo dan kawan-kawannya. Proyek PLTU Riau 1 itu merupakan bagian dari proyek 35 ribu Megawatt (MW) pemerintah.

Soal sejumlah uang tersebut, Idrus seperti disampaikan Samsul, mengaku tidak menerimanya. "Setahu saya, beliau [Idrus] bilang tidak tahu dan tidak pernah menerima janji yang seperti itu," ujarnya.

KPK menyangka Idrus melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) atau Pasal 56 ke-2 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
24-09-2018 09:43