Main Menu

Penyuap Bupati Lamsel Segera Jalani Sidang di Tipikor Lampung

Iwan Sutiawan
25-09-2018 00:02

Gilang Ramadhan seusai diperiksa di KPK (ANTARA FOTO/Reno Esnie/jh)

Jakarta, Gatra.com - Bos CV 9 Naga Emas juga Direktur PT Prabu Sungai Andalas, Gilang Ramadhan, segera menjalani sidang perkara dugaan suap kepada Bupati Lampung Selatan (Lamsel), Zainudin Hasan.

 

"Sidang rencananya akan dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Lampung," kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Senin (24/9).

Tersangka Gilang segera menjalani sidang karena penyidik KPK telah melimpahkan perkaranya ke tahap dua, yakni menyerahkan barang bukti dan tersangka kepada jaksa penuntut umum pada 24 September 2018.

"Penyidik melakukan pelimpahan tanggung jawab terkait barang bukti dan tersangka GR [Gilang Ramadhan], Direktur PT Prabu Sungai Andalas kepada penuntut umum pada (24/9)," katanya.

Untuk merampungkan berkas penyidikan tersangka Gilang, penyidik KPK telah memeriksa sekitar 55 orang saksi. Penyidik juga memeriksa Gilang sebagai tersangka sebanyak dua kali.

Adapun saksi-saksi yang diperiksa dalam perkara dugaan suap tersangka Gilang yakni Bupati Lamsel, Zainudin Hasan; Ketua DPRD Lamsel, Hendy Rosyadi; pejabat dan PNS di lingkungan Pemkab Lamsel di antaranya Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Yudi Siswanto.

Kemudian Kabid Pengairan Dinas PUPR Lamsel, Syahroni; Kepala BPKAD Lamsel, Intji Indriati; Kepala ULP, dan lain-lain serta advokat, pegawai PT 9 Naga Emas, dan swasta lainnya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Lamsel, Zainudin Hasan; Ketua Fraksi PAN DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugroho; Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lamsel, Anjar Asmara; dan bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan sebagai tersangka.

Gilang Ramadhan diduga menyuap Zainudin Hasan, Agus Bhakti Nugroho, dan Anjar Asmara sekitar Rp600 juta terkait sejumlah proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Lamsel.

Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar KPK di Bandar Lampung dan Lamsel pada Kamis (26/7/2018). Tim Satuan Tugas (Satgas) KPK menangkap 13 orang dalam OTT ini.

KPK menyangka Gilang Ramadhan diduga sebagai pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan Zainudin Hasan, Agus Bhakti Nugroho, dan Anjar Asmara diduga sebagai penerima suap disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
25-09-2018 00:02