Main Menu

Tiga Strategi Selamatkan Badak Sumatera

Flora Librayanti BR K
25-09-2018 08:09

Badak Sumatera (ANTARA FOTO/Regina Safri/awy)

Washington, Gatra.com – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) gandeng sejumlah lembaga konservasi internasional demi menyelamatkan badak Sumatera dari kepunahan. Tim ini dipimpin oleh International Union for Conservation of Nature's Species Survival Commission (IUCN-SSC), berkoordinasi dengan Global Wildlife Conservation, International Rhino Foundation, National Geographic Society, serta WWF.

 

"Penyelamatan badak Sumatera dari kepunahan menjadi prioritas yang sangat penting bagi pemerintah Indonesia," ujar Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno dalam pernyataan yang diterima Gatra.com hari ini, Selasa (25/9).

Saat ini hanya ada sekitar 80 ekor badak Sumatera yang masih bertahan hidup. Spesies tersebut dinyatakan berada pada titik kritis. Tanpa intervensi, badak Sumatera akan segera punah.

"Tujuan bersama kami adalah membentuk program pengembangbiakan badak dengan mempertemukan satwa-satwa yang tak mampu berkembang biak di alam liar. Hal tersebut akan mewujudkan harapan seumur hidup saya: badak Sumatera generasi baru," tutur Senior Director of Species Conservation, Global Wildlife Conservation, Barney Long.

Proyek Penyelamatan Badak Sumatera akan menjembatani sejumlah kegiatan di tiga bidang penting dalam konservasi dan perawatan spesies ini.

Pertama, memperkuat keahlian (Capacity Building). Caranya yaknni mendirikan dua suaka Badak Sumatera yang baru, satu di Kalimantan dan satu lagi di Sumatera bagian utara. Selain itu juga memperluas kapasitas yang ada saat ini di Taman Nasional Way Kambas.

Kedua, pencarian dan penyelamatan (search and rescue). Tim menjalankan kegiatan penemuan dan penyelamatan untuk memindahkan badak-badak Sumatera yang terkucil ke beberapa fasilitas pengembangbiakan dan konservasi yang dikelola.

Strategi ketiga adalah perawatan dan perlindungan. Langkah ini akan menempatkan badak-badak dalam program konservasi dan pengembangbiakan terpadu dengan memanfaatkan ilmu kedokteran hewan yang mutakhir demi memaksimalkan pertumbuhan populasi.

"Berbagai perkembangan dalam penelitian, pelatihan, dan ilmu pengetahuan menunjukkan aliansi ini tak hanya menawarkan kesempatan terbaik bagi badak Sumatera untuk bertahan hidup, justru proyek tersebut menjadi satu-satunya kesempatan," tegas CEP WWF-Indonesia, Rizal Malik.

"Kami memanfaatkan pengalaman selama lebih dari 22 Tahun dalam pengelolaan dan pengembangbiakan badak Sumatera di tempat khusus, serta memakai beberapa teknik yang pertama kali disempurnakan di Cincinnati Zoo & Botanical Gardens, dan telah diterapkan di Suaka Badak Sumatera di Taman Nasional Way Kambas," jelas Executive Director, International Rhino Foundation, Susie Ellis. "IRF optimistis, proyek ini dapat membalikkan situasi kritis yang dihadapi badak-badak Sumatera,” pungkasnya.


 

Flora L.Y. Barus

 

Flora Librayanti BR K
25-09-2018 08:09