Main Menu

Jejak Karen Agustiawan, Mengajar di Harvard Hingga Ditahan Kejaksaan

Hidayat Adhiningrat P.
25-09-2018 08:28

Karen Galaila Agustiawan ditahan pihak Kejaksaan Agung. (ANTARA FOTO/HO/Humas Kejagung/awy)

 

Jakarta, Gatra.com - Mantan Direktur PT Pertamina (Persero) Karen Galaila Agustiawan ditahan pihak Kejaksaan Agung, Senin (24/9) setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus investasi di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) di Australia tahun 2009. Kerugian negara diperkirakan Rp560 milyar-an.

"Saya sebagai Dirut Pertamina saat itu sudah menjalani tugas mengikuti prosedur," katanya menjelang dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur, Senin (24/9).

Karen ditetapkan sebagai tersangka melalui Surat Perintah Penetapan Tersangka Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Tap-13/F.2/Fd.1/03/2018 tanggal 22 Maret 2018.

Wanita kelahiran Bandung, 19 Oktober 1958 ini Lulus dari jurusan Teknik Fisika Fakultas Teknik Industri, Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1983. Karen memulai kariernya sebagai profesional di Landmark Concurrent Solusi Indonesia sebagai business development manager (1998-2002), dan Halliburton Indonesia sebagai commercial manager for consulting and project management (2002-2006).

Karen kemudian berkarier di PT Pertamina (Persero) sebagai staf ahli direktur utama PT Pertamina (Persero) untuk bisnis hulu (2006-2008), kemudian dipercaya menjabat sebagai direktur hulu sejak 5 Maret 2008 hingga ia di tunjuk oleh pemegang saham untuk memimpin Pertamina sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) pada 5 Februari 2009.

Dalam era kepemimpinannya visi Pertamina saat ini menjadi perusahaan energi kelas dunia dan champion Asia pada 2025 dengan aspirasi energizing Asia. Karen dianggap sebagai satu dari 50 wanita pelaku bisnis terkuat se-Asia versi majalah Forbes.

Karen Agustiawan kemudian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO PT Pertamina tertanggal 1 Oktober 2014 dan menjadi dosen guru besar di Harvard University, Boston, AS. Keputusan Karen itu sempat menjadi sorotan publik karena dikabarkan ada tekanan politik dari pihak tertentu, meskipun kabar tersebut ditepis Dahlan Iskan yang saat itu menjabat sebagai Menteri BUMN.

Karen lalu hijrah ke Amerika dan mengajar di Harvard University. Ia tak pernah lagi muncul di media massa dalam waktu yang cukup lama. Akan tetapi, belakangan namanya mulai disebut-sebut seiring dengan kasus dugaan korupsi investasi Pertamina di BMG Australia tahun 2009 yang diusut Kejaksaan Agung.

Kasus itu berawal pada 2009 PT Pertamina (Persero) melakukan kegiatan akuisisi (Investasi Non-Rutin) berupa pembelian sebagian aset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia berdasarkan "Agreement for Sale and Purchase-BMG Project" tanggal 27 Mei 2009.

Dalam pelaksanaanya ditemui adanya dugaan penyimpangan dalam pengusulan Investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi dalam pengambilan keputusan investasi tanpa adanya "Feasibility Study" (Kajian Kelayakan), berupa kajian secara lengkap (akhir) atau "Final Due Dilligence" atau tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris.


Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
25-09-2018 08:28