Main Menu

Buni Yani akan Bentuk Paguyuban, Karding: Sesuatu yang Dibuat-buat

Wem Fernandez
25-09-2018 19:43

Abdul Kadir Karding.(ANTARA/re1)

 

 

Jakarta, Gatra.com - Wacana pembentukan Paguyuban Korban Kriminalisasi dan Persekusi Rezim Jokowi (PKKPRJ) yang diinisiasi oleh Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon dan terpidana kasus ITE, Buni Yani mendapat reaksi dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. 

 
Menurut Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, PKKPRJ hanya sesuatu yang dibuat-buat karena jauh dari faktanya.

“Kalau kami mau istilahnya nakal gitu kami akan bentuk paguyuban korban HAM 98. Kan bisa jadi? Maka karena itu, janganlah buat isu yang dibuat-buat. Kan Ini negara hukum, semua berdasarkan hukum, jangan bilang itu kriminalisasi,” kata Karding di Posko Cemara, Selasa, (25/9). 

Karding yang juga Sekjen PKB ini justru menantang, pihak-pihak yang menghembuskan isu kriminalisasi atau persekusi selama masa pemerintahan Jokowi untuk menunjukan bukti yang kongkrit. Sebab, selama masa pemerintahan berlangsung, setiap kasus diproses berdasarkan aturan hukum yang ada. 

“Bahwa seluruh, termasuk Buni Yani itu melalui proses hukum, dan hukumnya pun transparan mulai dari penyidikannya sampai pengadilannya dan penjatuhan hukumannya. Jadi tak ada kriminalisasi,” katanya. 

Karding menilai, kiai juga tidak ada yang dikriminalisasi.

"Tidak ada satu pun. Tidak ada. Tunjukkan depan saya kalau ada seorang kiai dikriminalisasi pemerintahan. Semua proses dari hukum tetapi juga pemerintah tak boleh membiarkan orang tak berbuat salah dihukum. Tidak boleh,” katanya. 

Sebelumnya, Buni Yani mengaku membahas pembentukan PKKPRJ dengan Fadli Zon saat datang ke Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Senin kemarin, (24/9).

Rencananya, paguyuban ini berisi orang-orang yang pernah menjadi korban kriminalisasi dan persekusi saat Jokowi memerintah. 


Reporter : Wem Fernandez  

Editor: Anthony Djafar

Wem Fernandez
25-09-2018 19:43