Main Menu

YLKI: BBM Satu Harga Belum Merata

Mukhlison S Widodo
25-09-2018 22:44

Ketua Pengurus Harian YLKI,Tulus Abadi(GATRA/YSS/re1)

Jakarta, Gatra.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menggelar focus group discussion BBM satu harga, hasil pengamatan YLKI di tiga  provinsi, yakni Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara. 

 

Dari temuan YLKI, BBM satu harga di Papua dan Papua Barat masih terbatas, karena hanya disediakan di penyalur resmi. Sehingga definisi BBM satu harga hanya berhenti sampai distributor tertentu.

Ini membuat harga-harga BBM di tempat pengecer atau pada penyalur tidak resmi, sepeti di Wamena masih berkisar Rp 18 ribu hinggaRp 25 ribu. “Jika ada gangguan cuaca bisa mencapai Rp 50 tribu hingga Rp 100 tribu,” kata Tulus Abadi Ketua Pengurus Harian YLKI.

Karena itu, Pemerintah yang sudah menganggarkan duit hingga Rp 3 triliun dalam menyalurkan BBM satu harga, perlu juga membangun infrastuktur penyalur resmi hingga ke semua panjuru wilayah dengan harga standar. 

“Dari keseluruhan daerah Papua dan Papua Barat harus diberi perhatian secara khusus tidak bisa hanya dengan peraturan-peraturan standar juga,” kata Tulus. 

Ini karena di Papua, Papua Barat, juga Maluku Utara hanya terdapat penyalur SPBU lama, tidak ada yang baru dan pemerintah masih belum membangun infrastuktur yang resmi. 

Zibali Hisbul Masih, selaku koordinator proyek pengamatan BBM Satu Harga mengatakan, Pertamina ditugaskan oleh pemerintah untuk memperkuat implementasi BBM satu harga dengan menambah titik-titik lokasi satu harga hingga mencapai 150 titik. Dan dari 150 titik yang ditugaskan sudah ada 73 yang terealisasikan di seluruh Indonesia.

Dalam hal ini YLKI menyimpulkan sangat diperlukan kesiapan dari sarana dan prasarana dan dukungan dari multi stakeholder, multi kementerian, lembaga, Pemda, Polisi, dan bahkan TNI.


Reporter: YSS
Editor: Mukhlison

Mukhlison S Widodo
25-09-2018 22:44