Main Menu

Polisi Lanjutkan Proses Laporan terhadap Gunawan Jusuf

Cavin Rubenstein M.
25-09-2018 23:06

Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga.(ANTARA/Galih Pradipta/re1)

 

Jakarta, Gatra.com - Setelah Gunawan Jusuf mencabut gugatan praperadilan, pihak Bareskrim Mabes Polri kini berupaya mencari alat bukti tambahan untuk mendukung penyidikan atas laporan dugaan tindak pidana penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga melibatkan pengusaha gula tersebut.

"Proses yang kita lakukan menambah alat bukti agar penyidikan lebih firm," kata Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Wadir Tipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Daniel Tahi Monang Silitonga, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (25/9) sore.

Daniel menjelaskan, untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka diperlukan sebanyak-banyaknya alat bukti. Jika alat bukti kuat, lanjut Daniel, maka akan melahirkan keyakinan pada penuntut umum untuk melanjutkan kasus hingga meja hijau.

"Untuk menyangka seseorang menjadi pelaku tidak cukup hanya satu alat bukti. Dalam undang-undang, KUHAP memberikan fasilitas minimal dua alat bukti. Alat bukti yang minimal itu juga kadang-kadang kita tambah dengan alat bukti yang lain agar meyakinkan," jelas Daniel.

Daniel menuturkan penyidik belum meminta keterangan Gunawan sejauh ini. Karena penyidik hendak melakukan gelar perkara terlebih dulu untuk memutuskan perlu atau tidaknya Gunawan dimintai keterangan.

"Tidak menutup kemungkinan [Gunawan diperiksa]. Kalau sampai harus ke sana [tahap pemeriksaan Gunawan], kita cek dulu, dilakukan gelar dulu," terang Daniel.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, keputusan Gunawan Jusuf mencabut gugatan praperadilan menjadikan polisi melanjutkan penyidikan. Dalam perkara ini, Gunawan yang merupakan Bos Sugar Group Company atau Gulaku berstatus saksi terlapor. Dia dilaporkan oleh mantan rekan bisnisnya Toh Keng Siong.

"Terus akan jalan [perkaranya]. Vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan praperadilannya dihentikan, lanjut kasusnya. Sekarang penyidikan. Statusnya (Gunawan Jusuf) masih saksi," ungkap Dedi.

Lebih lanjut ia menuturkan penyidik saat ini sedang melakukan proses pembuktian secara teliti dan menggunakan metode ilmiah agar menghasilkan kesimpulan yang komprehensif. Dedi menambahkan, penyidik juga mengundang ahli untuk menganalisa perkara ini.

"Kita tidak boleh gegabah. Proses pembuktian secara ilmiah terus jalan secara komprehensif. Kita mengundang ahli juga untuk memantapkan (penyidikan)," tegas Dedi.

Sementara itu, pengacara Gunawan Jusuf, Marx Andryan belum dapat dikonfirmasi terkait dugaan kasus yang menyeret kliennya tersebut. Panggilan telepon maupun pesan singkat yang dikirimkan kepadanya belum berbalas.


Cavin R. Manuputty

Cavin Rubenstein M.
25-09-2018 23:06