Main Menu

Jaksa Akan Hadirkan Kabakamla, Novanto Hingga Irvanto di Sidang Fayakhun

Iwan Sutiawan
26-09-2018 10:16

Ilustrasi (GATRA/Rifki M Irshad/AR)

 

Jakarta, Gatra.com - Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla), Arie Soedewo; mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto; dan politikus PDI Perjuangan, TB Hasanuddin sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi satelit monitoring terdakwa Fayakhun Andriadi.

"Saksi Fayakhun hari ini, SN [Setya Novanto], Arie Soedewo, dan Hasanuddin," kata Takdir Suhan, jaksa penuntut umum KPK melalui pesan singkat, Rabu (26/9).

Selain itu, jaksa penuntut umum KPK juga akan menghadirkan dua saksi lainnya yakni Irvanto Hendra Pambudi dengan mantan staf Fayakhun, Agus Gunawan juga untuk terdakwa Fayakhun.

Penuntut umum menghadirkan Irvanto dan Agus untuk dikonfrontir keterangan karena pada sidang sebelumnya Irvanto mencabut keterangan yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah ditandanganani. "Ditambah konfrontir Irvanto dan Agus Gunawan," ujarnya.

Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum KPK mendakwa Fayakhun Andriadi menerima suap sejumlah US$911.480 dari suami Inneke Kosherawati yang menajabat ‎selaku Direktur Utama (Dirut) PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Pemberian uang itu yakni agar terdakwa Fayakhun selaku anggota DPR mengupayakan alokasi penambahan anggaran Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk proyek pengadaan satelit monitoring dan drone dalam APBN-P tahun 2016.

Atas perbuatan tersebut jaksa penuntut umum mengancamkan pidana kepada Fayakhun Andriadi sebagaimana diatur Pasal 12 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai mana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan primer.

Adapun subsidernya, pidana sebagaimana Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai mana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Atas dakwaan ini terdakwa Fayakhun dan tim kuasa hukumnya tidak akan mengajukan eksepsi atau nota pembelaan sehingga majelis hakim yang diketuai Frangki Tumbuwun memutuskan sidang perkara ini langsung pemeriksaan saksi.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
26-09-2018 10:16