Main Menu

Novanto Mengaku Dikenalkan Kepada Suami Inneke oleh Fayakhun

Iwan Sutiawan
26-09-2018 18:12

Caption Setya Novanto (GATRA/Adi Wijaya/aw)

Jakarta, Gatra.com - Mantan Ketua DPR RI dan Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, mengatakan, Fayakhun Andriadi sempat memperkenalkan Direktur Utama PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah kepadanya. Ia mengira Fahmi merupakan kandidat bendahara DPD Partai Golkar DKI Jakarta yang akan berduet dengan Fayakhun yang mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar DKI Jakarta.

 

‎"Yang saya tahu, Fahmi pada saat itu hanya Fayakhun membawa Fahmi Darmawansyah," kata Novanto saat menjadi saksi dalam sidang perkara suap pengurusan anggaran untuk proyek Bakamla yang membelit terdakwa Fayakhun di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (26/9).

Kemudian saat ditanya apakah Fayakhun membawa Fahmi Darmawansyah ke rumah Novanto, terpidana kasus korupsi e-KTP pada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini mengatakan, bahwa dia kenalkan sebagai pengusaha sehingga ia mengira akan menjadi calon bendahara DPD Partai Golkar DKI Jakarta.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar tahun 2016 itu, Novanto tidak menampik sempat membahas proyek untuk Golkar. "Tapi Golkar tidak ikut campur permasalah ini, itu Komisi XI, tapi permasalahannya tidak detail, saya tidak menanggapi, " ujarnya.

Namun Novanto mengklaim ‎tidak mengetahui jika Fahmi Darmawansyah itu merupakan pengusaha yang ingin mengikuti proyek pengadaan satelit monitoring di Badan Keamanan Laut (Bakamla). "Tidak tahu," ucapnya singkat.

Novanto mengaku setelah pertemuan itu tidak pernah lagi berhubungan dengan Fahmi Darmawansyah yang merupakan suami Inneke Koesherawati itu. Ia baru tahu yang bersangkutan mengikuti lelang proyek satelit monitoring di Bakamla setelah ramai pemberitaan di media massa tentang operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap yang bersangkutan.‎ "Udah tidak berhubungan lagi, tahu-tahu ada masalah di media‎," ujarnya.

Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum KPK mendakwa Fayakhun Andriadi menerima suap sejumlah US$11.480 dari suami Inneke Kosherawati yang menajabat ‎selaku Direktur Utama (Dirut) PT Merial Esa, Fahmi Darmawansyah.

Pemberian uang itu yakni agar terdakwa Fayakhun selaku anggota DPR mengupayakan alokasi penambahan anggaran Badan Keamanan Laut (Bakamla) untuk proyek pengadaan satelit monitoring dan drone dalam APBN-P tahun 2016.

Atas perbuatan tersebut jaksa penuntut umum mengancamkan pidana kepada Fayakhun Andriadi sebagaimana diatur Pasal 12 huruf a Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai mana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan primer.

Adapun subsidernya, pidana sebagaimana Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagai mana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Atas dakwaan ini terdakwa Fayakhun dan tim kuasa hukumnya tidak akan mengajukan eksepsi atau nota pembelaan sehingga majelis hakim yang diketuai Frangki Tumbuwun memutuskan sidang perkara ini langsung pemeriksaan saksi.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
26-09-2018 18:12