Main Menu

Survei Terbaru: 11% Karyawan di Indonesia Merasa Atasannya Tidak Jujur

Aries Kelana
10-10-2018 19:59

Joshua Siregar, Director National Marketing Dale Carnegie Indonesia. (Dok. Dale Carnegie/re1)

Jakarta, Gatra.com - Menjadi pemimpin memang sulit, apalagi menjadi pemimpin yang dapat dipercaya oleh bawahannya. Sebab menurut survei terbaru, 11% karyawan di Indonesia merasa atasan mereka jarang atau tidak pernah bersikap jujur dan dapat dipercaya oleh orang lain.

 

“Minimnya angka pemimpin yang konsisten terhadap perilaku jujur akan mempengaruhi kinerja karyawan,” kata Stephen Siregar, Area Director Dale Carnegie Indonesia.
“ Para pemimpin sebaiknya mengetahui dan mengatasi titik-titik buta mereka, dengan begitu karyawan akan merasa termotivasi dan terinspirasi dengan pekerjaan mereka sehingga berkeinginan untuk melakukan upaya terbaik guna mencapai tujuan perusahaan atau organisasinya,” sambungnya.

Survei itu terungkap dalam pemaparan survei yang disajikan dalam jumpa pers yang digelar di Hotel Midplaza, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, sebagaimana rilisnya yang diterima Gatra.com, Rabu (10/10).

Survei tadi dilaksanakan oleh Dale Carnegie Indonesia, lembaga pelatihan untuk pengembangan kompetensi bisnis berorientasi manusia yang membahas tentang ‘titik buta’ seorang pemimpin dan bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan atau organisasi.

Studi ini melibatkan sekitar 4.400 pekerja tetap di 17 negara dan empat benua - termasuk Indonesia, mulai dari tingkat karyawan hingga direktur atau pemilik perusahaan, dengan metode online web-based survey. Di Indonesia, studi menyertakan sekitar 205 pekerja dari perusahaan kecil hingga besar, dengan usia di atas 21 tahun.

Kegiatan ini diikuti oleh para pemimpin perusahaan serta praktisi sumber daya manusia, serta menghadirkan sebagai pembicara Joshua Siregar, Director National Marketing Dale Carnegie Indonesia dan Stephen Siregar, Area Director Dale Carnegie Indonesia.

Joshua Siregar, Director National Marketing Dale Carnegie Indonesia, bilang bahwa kebanyakan pemimpin percaya bahwa mereka sudah cukup kompeten dalam memimpin perusahaan atau organisasinya. “Padahal terdapat beberapa perilaku yang tanpa disadari berdampak negatif bagi orang yang mereka pimpin inilah yang disebut ‘titik buta’,” ujarnya.

Kejujuran menjadi hal penting bagi pemimpin suatu perusahaan. Ini terlihat dari survei yang menunjukkan meningkatnya motivasi hingga 41 kali jika karyawan merasa pemimpinnya melakukan hal yang jujur secara konsisten. Sebaliknya, bila pemimpin di Indonesia jarang atau tidak pernah jujur dengan orang lain, 64% bawahannya akan mengundurkan diri dalam waktu 1 tahun.

Berbeda dengan keandalan eksternal, keandalan internal mengacu pada pemimpin yang konsisten dalam berbicara dan bertindak sesuai prinsip dan keyakinan mereka. Hanya 35% karyawan di Indonesia menilai pemimpin mereka selalu konsisten dalam berbicara dan bertindak sesuai prinsip dan keyakinan mereka; 55% merasa pemimpin terkadang saja konsisten dalam berbicara dan bertindak sesuai prinsip dan keyakinan mereka; dan sisanya 10% meyakini pemimpin jarang atau tidak pernah konsisten dalam berbicara dan bertindak sesuai prinsip dan keyakinan mereka.


Aries Kelana

 

Aries Kelana
10-10-2018 19:59