Main Menu

Rehabilitasi dan Masa Rekonstruksi Sulteng Butuh Waktu Dua Tahun

Abdul Rozak
11-10-2018 18:20

Kondisi Jembatan Kuning yang roboh akibat gempa dan tsunami di muara Sungai Palu, Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/aw)

Jakarta, Gatra.com - Masa rehabilitasi dan rekonstruksi pasca gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah berlangsung selama dua tahun yaitu 2019 - 2020. Masa rehabilitasi dan rekonstruksi difokuskan pada sektor perumahan, infrastruktur, sosial dan ekonomi produktif.

 

"Pelaksanaan masa rehabilitasi dan rekonstruksi diperkirakan berlangsung dua tahun, yaitu 2019 sampai 2020," ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jakarta Timur, Kamis (11/10).

Masa rehabilitasi dan rekonstruksi dimulai dengan tahapan menghitung kerusakan dan kerugian. Kemudian perencanaan kebutuhan anggaran, penentuan formulasi pendanaan serta aksi rehabilitasi dan rekonstruksi.

Sutopo menambahkan, sampai saat ini belum diketahui total kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Namun diperkirakan pada tahun 2021, Kota Palu dan sekitarnya akan kembali pulih total.

"Totalnya semua akan terselesaikan di tahun 2021. Kebutuhan anggaran sedang kita hitung," ujar Sutopo.

Bencana gempa dan tsunami Sulawesi Tengah yang terjadi pada Jumat (28/9) sore merusak 67.310 unit rumah yang tersebar di Kota Palu (65.733 unit), Kabupaten Sigi (897 unit) dan Kabupaten Donggala (680 unit). Sebanyak 99 fasilitas peribadatan hancur total.

Selain itu, ada 22 fasilitas kesehatan berupa rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu dan puskesmas desa rusak. Kemudian, sebanyak 662 unit sekolah rusak berat, sedang, dan ringan.


Reporter: Abdul Rozak

Editor: Aries Kelana

 

Abdul Rozak
11-10-2018 18:20