Main Menu

Wapres JK, Sekjen PBB, CEO Bank Dunia, dan ADP Rakor Pasca Gempa-Tsunami di Sulteng

Anthony Djafar
12-10-2018 14:37

Wapres Jusuf Kalla bersama Sekjen PBB Antonio Guterres, CEO World Bank, dan perwakilan Asian Development Bank meninjau penanggulangan bencana di Sulteng (Setwapres/jh)

 

Palu, Gatra.com - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan bahwa kunjungan Seketaris Jenderal Persatuan Bangsa–Bangsa (PBB) Antonio Guterres, CEO World Bank, Perwakilan Asian Development Bank (ADB) untuk meninjau penanggulang bencana di Sulteng.

 

“Kedatangan Sekjen PBB, CEO World Bank, Perwakilan Asian Development Bank (ADB) untuk meninjau dan melihat langsung bagaimana penanganan bencana dan bagaimana rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya di Sulteng,” kata Wapres kepada awak media sebelum menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pasca Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah di Bandar Udara Mutiara SIS-Al Jufrie Palu, Jumat (12/10)

Wapres mengatakan bahwa nantinya setelah melakukan Rakor, dirinya bersama rombongan mendatangi sejumlah lokasi-lokasi titik bencana.

“Meninjau untuk melihat apa yang terjadi di lapangan dan mereka sangat berempati,” katanya.

Wapres juga mengatakan, bahwa Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah bersama dengan Indonesia, terutama sejak menangani bencana di Aceh. Karena itu, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada kedua lembaga dunia tersebut.

"Sangat membantu dalam melakukan rekonstruksi Aceh, terima kasih atas bantuan yang akan diberikan untuk Palu," katanya.

Wapres JK bersama Sekjen PBB, CEO Bank Dunia, dan ADP menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pasca Gempa dan Tsunami di Sulawesi Tengah di Bandar Udara Mutiara SIS-Al Jufrie Palu.

Dalam pengantarnya, Wapres mengenalkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan mempersilahkannya untuk mempresentasikan situasi Palu pada kondisi awal yang menyebabkan kerusakan luar biasa di ibu kota Sulawesi Tengah, hingga kondisi saat ini.

"Tidak ada elektrik, komunikasi, banyak jenazah, dan rumah sakit tidak operasioanal penuh," kata Willem gambaran kondisi awal bencana.

"Palu adalah ibu kota provinsi, serta pusat pemerintahan dan ekonomi, dan ini sangat melumpuhkan kegiatan," imbuhnya.

Willem juga menceritakan banyaknya bangunan pemukiman, pemerintahan, dan fasilitas umum yang rusak. Korban meninggal dunia mencapi 2.840 orang. Kerusakan parah terjadi di Balaroa dan Petobo.

Di tempat yang sama, Sekjen PBB Antonio Gutteres mengungkapkan keprihatinan yang mendalam, dan solidaritas dari negara-negara anggota PBB.

"Solidaritas terhadap para korban yang terdampak sangat luar biasa," katanya.

Gutteres mengapresiasi respon cepat Pemerintah Indonesia dalam menangani bencana ini. Untuk itu, ia bersama para komunitas internasional akan terus mendukung, sehingga penanganan bencana ini menjadi efektif.

"Saya percaya komunitas internasional siap memberi bantuan untuk memulihkan, merekonstruksi Palu," katanya.

Gutteres pun juga menceritakan pernah mengalami hal yang sama di kota kelahirannya.

"Kelahiran saya di Lisbon, juga (pernah) mengalami hal yang sama, gempa serta tsunami," kenangnya.

Atas bencana ini, ia pun tak lupa menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan keluarganya.

"PBB bersama Sulawesi dan Indonesia," katanya.

"Kami percaya kepada Pemerintah Indonesia untuk memimpin proses ini," tambahnya.

CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva menyampaikan rasa simpatinya atas apa yang terjadi di Palu, dan menyatakan bahwa tantangan dari bencana adalah membangun kembali dengan lebih baik.

Georgieva juga mengungkapkan, bahwa bencana di Palu adalah bencana yang unik. Hal ini berdasarkan data yang telah dibuat World Bank dari hasil asesmen mengenai daerah yang terdampak beserta kerugiannya.

Untuk bantuan, World Bank telah menyiapkan dana sebesar US$ 5 juta untuk rekonstruksi, dengan harapan dapat memberikan manfaat kepada mereka yang kehilangan segalanya.

Pada rapat tersebut, Wapres juga memberikan kesempatan bicara kepada Country Director for Indonesia, Asian Development Bank (ADB) Winfried Wicklein, yang hadir bersama Bank Dunia dan Sekjen PBB.

Wicklein turut menyampaikan rasa keprihatinannya dan menyatakan ADB siap membantu.

"Kami prihatin atas apa yang terjadi, dan kami siap membantu yang dibutuhkan oleh Indonesia," ujarnya.


Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
12-10-2018 14:37