Main Menu

Wapres JK: Target 2 Bulan Pengungsi Berada di Tenda

Anthony Djafar
12-10-2018 20:15

Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa–Bangsa (PBB) Antonio Guterres, CEO World Bank, Perwakilan Asian Development Bank (ADB) meninjau penanggulang bencana di Sulteng. (Dok. Setwapres/re1)

Palu, Gatra.com – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan bahwa pemerintah menargetkan paling lambat dua bulan pengungsi berada di tenda-tenda dan akan dipindah ke hunian sementara pascagempa di Palu, Donggala, dan Sigi.

 

“Targetnya dua bulan,” kata Wapres JK kepada awak media usai meninjau Perumnas Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Jumat, (12/10).

Ketika ditanya apakah akan dibentuk Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) seperti di Aceh, Wapres JK mengatakan kemungkinan tidak karena gempanya tidak sebesar di Aceh. Namun, hanya dibentuk semacam satuan tugas (Satgas) untuk membantu pemerintah daerah dan BNPB yang dikepalai oleh Kementerian PUPR.

"Karena rekonstruksi itu leading sector-nya PU. Tapi relokasi tempatnya, musti tanggung jawab gubernur dan wali kota," katanya.

Sementara CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva dalam keterangan mengungkapkan kekagumannya terhadap mental orang Indonesia. Meskipun banyaknya korban akibat gempa, namun kekuatan dan ketahanan orang Indonesia sangat baik. Padahal kerusakan yang terjadi sangat serius, karena itu dirinya sangat tersentuh.

"Selaku perwakilan dari komunitas internasional, saya ingin menyampaikan bahwa solidaritas Anda sangat kuat dan menyebabkan kami datang dengan respek yang mendalam kepada pemerintah dan rakyat Indonesia," katanya.

Kristalina menyebutkan bahwa Bank Dunia, telah menyelesaikan asesmen dengan cepat dan menaksir kerugian akibat bencana yang cukup besar, kira-kira di atas 31 juta dollar dari sisi infrastruktur.

"Kami telah mengidentifikasi langkah penting untuk mengatatasi masalah ini secepatnya dengan menyiapkan bantuan sebesar 5 juta dollar," katanya.

Ia bersama pemerintah, mengidentifikasi dua isu besar yakni yang pertama, kata CEO Bank Dunia, ini adalah bencana yang unik dengan adanya tanah yang tenggelam (likuifaksi), sehingga masyarakat yang terdampak kejadian itu (pasti sangat trauma), sehingga harus diberikan support sebagai suatu komunitas.

Kedua, membangun kembali lingkungan mereka.

"Kami akan bekerjasama untuk menangani ini. Cara terbaik untuk memulihkan rasa kehilangan mereka adalah dengan membangun kembali (lingkungan mereka) dengan lebih baik," katanya.


Anthony Djafar

 

Anthony Djafar
12-10-2018 20:15