Main Menu

Menhan: Agama Sempalan Ancaman Bangsa di Masa Depan

Ervan
21-12-2015 08:36

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu (GATRA/Rifki M Irsyad)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menilai sistem pertahanan suatu negara telah berubah dari masa ke masa. Saat ini, hal yang perlu diberikan perhatian lebih adalah bagaimana melindungi mentalitas generasi muda. Khususnya dari paham radikalisme yang menggunakan kedok agama, atau yang disebut Ryamizard sebagai agama sempalan.

 

 

Menurut Menham, hal tersebut sangat berbahaya jika dibiarkan merasuk ke pikiran anak muda. Sudah banyak contoh generasi muda memutuskan untuk melarikan diri dari Indonesia ke Suriah, dan bergabung dengan kelompok radikal seperti ISIS. 

 

"Tantangan bangsa Indonesia ke depan adalah melindungi generasi muda dari aliran keagamaan sempalan yang memiliki sejarah kekerasan," kata Ryamizard Ryacudu saat menetapkan 19 Desember sebagai Hari Bela Negara di Jakarta, Minggu (19/12).

 

Menhan mengatakan nasionalisme serta patriotisme yang ditanamkan dalam pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan seringkali luntur jika pemuda mulai tertarik ke paham agama sempalan itu.

 

Ujungnya, mereka dinilai tak bisa menerima perbedaan atau kebhinekaan, dan mudah mengkafirkan orang. Lebih parah lagi lanjut Ryamizard, akan mengarah ke penghancuran golongan lain karena menganggap kepercayaan mereka yaang paling benar.

 

Saat ini Kementerian Pertahanan sedang merancang program Bela Negara untuk mahasiswa yang baru diterima di perguruan tinggi. Mantan KASAD itu menilai dengan program tersebut, negara secara langsung memastikan bahwa Indonesia berada di jiwa para generasi muda sejak dini.

 

"Cinta Tanah Air dan kebanggaan menjadi rakyat Indonesia tidak dapat ditawar lagi," ucapnya. 


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani 

 

 

Ervan
21-12-2015 08:36