Main Menu

PKS: Kasus Sampul Al Quran Jadi Terompet Adalah Penodaan Agama

Ervan
30-12-2015 09:46

Terompet yang terbuat dari bahan sampul Al-Qur'an (ANTARA/Sigid Kurniawan)

Jakarta, GATRAnews- Politisi PKS Muhammad Nasir Djamil minta jajaran kepolisian untuk bertindak serius dalam mengungkap otak pelaku pembuat terompet dari sampul Al Quran. "Persoalannya tidak sekedar hanya menyita dan menarik peredaran terompet tersebut saja, tapi seharusnya jajaran kepolisian dapat mengusut motif dari CV. Ashfri Advertising menggunakan sampul Al Quran sebagai bahan dasar terompet. Seolah CV.Ashfri Advertising sudah kehabisan bahan baku lainnya sehingga menggunakan sampul Quran sebagai satu-satunya bahan dasar pembuatan terompet tersebut," kata Nasir dalam kunjungan resesnya di wilayah Aceh Singkil, Selasa (29/12).

Lebih lanjut anggota Komisi III DPR itu mengatakan, tindakan penyebaran dan pembuatan terompet itu dapat masuk dalam kategori penodaan agama sebagaimana diatur dalam ketentuan Pasal 165a KUHP.

"Perbuatan penyebaran dan pembuatan terompet dari sampul Al Quran ini telah meresahkan masyarakat dan tak dapat dipungkiri sedikit atau banyak kasus kerusuhan antar umat beragama berakar pada rasa ketersinggungan spiritual dari umat pemeluk agama yang mengakibatkan konflik meluas," lanjutnya.

Selain itu, politisi PKS ini menilai tindakan tersebut telah memenuhi unsur objektif dan subjektif ketentuan Pasal 156a KUHP. "Perbuatan ini dapat dikategorikan sebagai perbuatan penodaan agama tertentu yang mengandung sifat penghinaan,melecehkan, dan meremehkan suatu agama yang oleh karenanya dapat menyakitkan perasaan bagi pemeluk agama yang bersangkutan. Hal ini jelas telah memenuhi unsur perbuatan materiil kejahatan yang dimaksud dalam ketentuan Pasal 156a KUHP," imbuh Nasir.

Namun demikian Nasir mengapresiasi sikap cepat tanggap masyarakat yang segera melaporkan kejadian itu ke aparat polisi setempat. "Tindakan yang dilakukan warga Kendal yang segera melaporkan kejadian ini ke kepolisian patut diacungi jempol. Sebagai konsumen, masyarakat harus jeli dan teliti atas suatu barang atau makanan yang dapat merusak dan melanggar ketentuan agamanya," ucapnya.

Namun, politisi asal Aceh tersebut menyayangkan tindakan jajaran kepolisian Jawa Tengah yang kecolongan atas adanya penyebaran terompet bersampul Al Quran ini. "Seharusnya aparat kepolisian tidak kecolongan di tengah ketatnya pengamanan dan intensif nya kontrol kepolisian jelang natal dan tahun baru ini. Tindakan kecil yang dapat memicu permusuhan antar umat beragama harus segera diantisipasi dan diharapkan penyisiran terompet ini tidak hanya terpusat di Jawa Tengah tetapi juga menyebar ke wilayah lain sehingga diharapkan kepolisian tidak kecolongan lagi," tuturnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Ervan
30-12-2015 09:46