Main Menu

Bahas Radikalisme, PB NU Undang Puluhan Pemimpin Negara Islam

Ervan
31-03-2016 11:35

Presiden Jokowi menerima Rais Aam NU Ma’ruf Amin dan Pengurus Besar NU(Setkab/Humas/Jay/re1)

Jakarta, GATRAnews - Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU) mengaku prihatin atas makin berkembangnya paham radikalisme di dunia. Untuk itu, PB NU meminta negara-negara Islam untuk bersatu dan menyamakan persepsi untuk menentang radikalisme dan terorisme.

 

"Radikalisme dan terorisme kita lihat makin menguat, adanya bom di Brussel, di Ankara, Lahore dan berbagai tindak kelerasan yang terjadi di tempat lain. Pemimpin negara Islam moderat ini harus bersatu, harus menyuarakan, melakukan langkah-langkah antisipasi," ujar Rais Aam PB NU, KH Ma'ruf Amin usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (31/3).

 

Untuk itu, PB NU menggagas pertemuan para pemimpin dan ulama dari negara-negara Islam dengan tajuk International Summit of The Moslem Moderate Leader (Isomil) di Jakarta pada bulan Mei mendatang.

 

"NU akan mengadakan International Summit of The Moslem Moderate Leader yaitu peetemuan pemimpin-pemimpin negara Islam moderat seluruh dunia. Insya Allah tanggal 9 mei dan akan dihadiri antara 40-60 negara. Kami mengundang mereka untuk mendiskusikan berbagai hal yang kita perlukan," tegas Kyai Ma'ruf.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  

 

Ervan
31-03-2016 11:35