Main Menu

Indonesia Biasa Jadi Refensi Dunia dalam Rawat Keberagaman

Iwan Sutiawan
29-12-2016 16:11

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas mengatakan, Indonesia bisa menjadi contoh atau referensi bagi negara-negara di dunia dalam merawat keberagaman, untuk mengatasi sistuasi internasional saat ini, saat terjadi eksodus di beberapa negara akibat konflik. "Indonesia sebagai negara Bhineka Tunggal Ika itu bisa menjadi referensi, bahkan panutan untuk negara-negara di dunia," kata Ratu dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu.


Hemas, dalam acara refleksi akhir tahun 2016 "Tantangan Merawat Kebangsaan Indonesia" di Museum Nasional (Museum Gajah), Jakarta, Kamis (29/12), itu mengungkapkan, eksodus besar-besaran terjadi di Jazirah Arab akibat Arab Spring. Kondisi ini menjadikan sejumlah negara berlomba-lomba meningkatkan kemampuan mereka dalam merawat keberagaman.

Hemas meyakini, sejumlah negara sudah melihat cerminan Indonesia 40 tahun lalu sebagai bangsa dan negara yang terdiri dari berbagai suku, etnis, agama, dan berbagai perbedaan lainnya yang bisa hidup berdampingan dan tetap bersatu.

"Mereka sedang mencari dan mereka sebetulnya telah melihat cerminan Indonesia 40 tahun lalu sebagai sebuah bangsa yang terdiri berbagai suku, agama, dan lain-lain. Mereka [berbagai perbedaan] bisa menyatukan diri, saling memberikan satu cerminan yang baik bagi seluruh dunia," ujarnya.

Namun demikian, Hemas tak menampik bahwa akhir-akhir ini akibat kepentingan politik dan kelompok tertentu rawan memicu kekhawatiran atas persatuan dan kesatuan bangsa.

Bukan hanya itu, masalah pemerataan kesejahteraan menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam merawat dan menyatukan Indonesia. Para pendiri Indonesia sudah memikirkan bahwa bangsa ini besar dan tidak boleh diambil oleh satu kelompok ataupun kelompok-kelompok.

Bicara pemerataan kesejahteraan, lanjut Hemas, masih terjadi ketimpangan antara wilayah Indonesia Timur dengan Barat. Karena itu, ia berharap siapapun presiden Indonesia agar mulai membangun dari wilayah timur.

"Itu yang jadi harapan saya, kemiskinan yang terjadi itu menjadi satu ketidakadilan, di situ kita meraskan kemiskinan dan ketidakadilan menjadi penyebab dari semua kejadian-kejadian yang ada belakangan ini," ujarnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
29-12-2016 16:11