Main Menu

Ketika Wayang Kulit Dianggap Tak Syariat Islam

Wem Fernandez
23-01-2017 12:57

Jakarta, GATRAnews - Spanduk soal pelarangan wayang kulit menjadi pembicaraan di media sosial, twitter, Sabtu (21/1) kemarin. Budayawan Goenawan Mohammad melalui akun twitternya, @gm_gm bahkan berpendapat menanggapi isi spanduk tersebut.

 
"Spanduk di Cempaka Putih Jakarta. Wayang kulit dilarang. (Menurut orang2 yg tahu, syiar Islam di Jawa dgn wayang," kicau dia menanggapi isi spanduk yang bertulis "Pemutaran Wayang kulit bukan syariat Islam."
 
Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira, pun tak luput buka suara soal pelarangan ini. Baginya, hal ini justru bertentangan dengan kultur dan budaya Indonesia.
 
"Yang pasti bertentangan dengan kultur dan realita budaya dan realita sosial di Indonesia. Sehingga saya rasa ini enggak ada artinya di Indonesia," tegas dia di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (23/1).
 
Dia menilai, spanduk dengan kalimat seperti ini lebih kepada upaya menciptakan konflik di masyarakat kita. Berita-berita bohong sengaja diciptakan justru untuk memancing konflik antar masyarakat.
 
"Apa yang mesti kita lakukan adalah mengantisipai, tidak terlalu banyak kita meributkan hal ini. Dan itu provokasi. Pihak keamanan harus mencari tahu, karena presiden sudah mengingatkan, siapa yang menciptakan hoax ini? Sebenrnya tidak sulit kalau kita mau ‎menelusuri lebih jauh," jelas anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini.
 
Berita hoax yang bertebaran di medsos, lanjut dia, menjadi alasan agar Badan Cyber Nasional segera dibentuk. Salah satu tugas dari badan ini adalah melakukan pengawasan, lalu lintas komunikasi di dunia maya.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
23-01-2017 12:57