Main Menu

Kritik Pidato Trump, Sodik: Jangan Gunakan Frasa 'Islam Radikal'

Wem Fernandez
23-01-2017 16:22

Jakarta, GATRAnews - Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sodik Mudjahid, memberi apresiasi kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang berjanji menumpas terorisme Islam radikal. Namun, dalam memenuhi komitmen ini, AS diminta tidak menggunakan standar ganda.

 
"‎Kita sambut baik komitmen AS tumpas terorisme. Namun AS diminta konsisten menumpas terorisme dan jangan membuat standar ganda dan tidak secara langsung merekayasa terorisme," tegas dia saat dihubungi wartawan, Senin (23/1).
 
Politisi Gerindra ini juga mengkritik frase 'Islam Radikal' yang selalu ditempatkan dalam setiap aksi terorisme. Jika sesuatu aksi disebut terorisme maka sebut saja itu terorisme tanpa ada embel-embel 'Islam Radikal'
 
"Donald Trump jangan jadi teroris baru dengan pernyataan-pernyataan kepada kaum muslimin dan kepada kelompok lain yang bukan terorisme," ujar dia.
 
Presiden Donald Trump, Sabtu (21/1) lalu menegaskan perang terhadap kelompok radikal Islam sebagai salah satu agenda prioritas dalam kebijakan luar negerinya. Hal ini dia nyatakan dalam pidato pertamanya sebagai presiden AS.
 
"Kita akan mengajak sekutu lama dan membentuk sekutu baru untuk bersatu sebagai dunia beradab melawan kelompok radikal Islam. Kita akan membasmi mereka seluruhnya dari muka bumi," kata Trump.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
23-01-2017 16:22