Main Menu

Habib Rizieq: Waspada Adu Domba Ulama dan Umat Islam

Rosyid
30-01-2017 08:52

Mataram, GATRAnews - Meski Habib Rizieq, ketua Front Pembela Islam (FPI) tidak bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Lombok dalam tablik akbar yang digelar Minggu, (29/1) di Lapangan Umum Alun-Alun Tastura, Praya Lombok Tengah, namun tak menyurutkan ratusan ribu jamaah ummat Islam se-NTB berduyun-duyun memadati lokasi acara.

Tablig Akbar Safari Dakwah 212, tersebut hanya dihadiri sejumlah petinggi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI), seperti Wakil Ketua GNFP – MUI Ustad H Zaitun Rasmin, Ketua GNPF – MUI, KH. Bachtiar Nasir, KH. Abdul Rosyid Abdullah Syafii, serta Buni Yani. Tokoh lokal juga tampak hadir, mulai dari TGH. Hasanain Juaini, TGH Ahmad Muchlis, mantan Bupati Lombok Tengah, H. Lalu Wiratmaja.

Meski tak bisa hadir ditengah-tengah ratusan ribu jamaah, Habib Rizieq menyempatkan memberikan ceramah dan menyampaikan permintaan maaf melalui sambungan telepon, menjelang berakhirnya kegiatan.

[column_item col="3"]

Baca juga: Anji Sayangkan Sikap Berlebihan Netizen yang Menghina Uus

Baca juga: Rizieq Ajak Masyarakat Laporkan Mega, Masinton: Siapa Dia?

Baca juga: Pelapor Megawati ke Polisi Dinilai Dangkal dan Gagal Paham

Baca juga: Rizieq Jalani Pemeriksaan Selama Empat Jam[/column_item]Melalui sambungan selulernya dan diperdengarkan pada ribuan jmaah, dalam ceramah singkatnya, Habib Rizieq menyerukan kepada seluruh umat muslim di Pulau Lombok dan NTB pada umumnya, untuk tetap waspada. Terhadap adanya upaya adu domba antar ulama maupun dengan umat muslim itu sendiri, oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan menyebarkan berbagai bentuk fitnah.

“Melalui memontum ini, para ulama dan umat muslim di Pulau Lombok harus bersatu. Jangan termakan fitnah yang tidak jelas. Karena dengan bersatu, semua bentuk upaya adu domba akan bisa dilawan,” ujarnya.

Dalam hal ini lanjut Habidb Rizieq, umat muslin juga harus bersabar dan merapatkan barisan. Jangan memberikan ruang maupun kesempatan bagi para musuh-musuh Islam untuk memecah belah umat muslim. “Kita harus bersatu,” ujarnya dan Habib berjanji akan datang untuk bersilaturahmi dengan umat muslim di Pulau Lombok nanti setelah Pilkada Jakarta usai.

Sebelumnya, pada acara yang digelar mulai pukul 10.00 wita tersebut, sejumlah ulama silih berganti memberikan ceramah. Mulai dari TGH. Hasanain Juaini, diikuti kemudian KH. Abdul Rosyid Abdullah Syafii hingga Ust. Bachtiar Nasir.

Bachtiar Nasir mengajak umat Islam untuk bersatu dan bangkit. Untuk bangkit, umat Islam bisa memulainya dengan sejumlah langkah nyata, mulai dari bangun subuh dan menunaikan ibadah salat subuh berjamaah, hingga membaca dan mempelajari Al Quran.

Bachtiar Nasir juga menyerukan perlunya mewaspadai bahaya laten PKI yang saat ini disinyalir sudah mulai bangkit. “PKI gaya baru telah mulai bangkit. Untuk itu, sudah menjadi keharusan bagi umat muslim untuk waspada akan kebangkitannya,” tandasnya.

Tidak hanya itu, ia juga mengajak umat muslim harus memperkuat diri secara ekonomi. Mengingat, saat ini karena ekonomi masyarakat sangat lemah. Sehingga berpeluang menjadi oleh pihak-pihak yang ingin menghancurkan Islam.

Sementara itu guna mengamankan jalannya kegiatan tersebut, Polres Loteng mengerahkan tidak kurang dari 600 personil. Termasuk personil bantuan dari Polda NTB. Diantaranya dua kompi Brimob Polda NTB, masing-masing dua peleton Sabhara Polda dan Polres Loteng. Dibantu personil dari Satlantas Polres Loteng dan dua pleton personil pengamanan tertutup.

“Pengamanan yang kita lakukan sesuai SOP yang ada. Mengingat, peserta tablig akbar yang hadir cukup banyak,” terang Kabag. Ops. Polres Loteng, Kompol. Ketut Tamiana. Pengamanan tidak hanya terkonsentrasi di lokasi kegiatan. Tetapi juga di jalur-jalur masuk dan perbatasan Loteng.

Dikatakannya, meski peserta tablik akbar cukup banyak, kegiatan tablik akbar tersebut berjalan aman dan lancar. “Semua kemungkinan dan potensi gangguan semaksimal mungkin kita antisipasi. Sehingga kegiatan bisa berjalan aman,” tandasnya.
Acara yang dibarengi penggalangan amal untuk korban banjir Bima ini cukup sukses. Jumlah sumbangan yang berhasil dihimpun mencapai Rp 105 juta lebih. Dana tersebut akan disalurkan bagi korban banjir di Bima.



Reporter: Hernawardi
Editor: Rosyid


Rosyid
30-01-2017 08:52