Main Menu

Kapolri: Sebagian Dana untuk Aksi Bela Islam Dialirkan ke Turki

Wem Fernandez
22-02-2017 19:14

Jakarta, GATRAnews - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan, pihaknya kini tengah menelusuri sebagian aliran dana dari Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) yang mengalir ke Turki. Diketahui, terdapat dana sebesar Rp 1 milyar yang  sebagiannya diperuntukan untuk aksi Bela Islam dan sisanya lagi mengalir ke Turki.

 
"Ada uang Rp 1 milyar ditarik IL (Tersangka) diberikan kepada Bachtiar Nasir sebagian untuk aksi Bela Islam dan sebagian ke Turki. Nah ini yang akan kita dalami lagi, untuk apa dana ini (Yang mengalir ke Turki). Dengan dasar ini kita akan melakukan pemeriksaan," terang Tito  saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rabu (22/2).
 
Diusutnya dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) YKUS bermula saat ada edaran seruan untuk donasi terhadap aksi Bela Islam, 2 Desember 2016 lalu (Aksi 212) melalui poster. Dalam poster itu, donasi diserahkan langsung ke nomor rekening YKUS dengan penanggung jawab, Bachtiar Nasir, Zaitun Rasmin dan Lutfie Hakim.
 
Merujuk pada UU Nomor 28 Tahun 2004 tentang Yayasan khususnya pada pasal 5 menyebutkan bahwa, harta yayasan tidak boleh dialihkan kepada pihak ketiga tanpa persetujuan pengurus yayasan lainnya. Nah, dalam kasus ini rekening yayasan dialihkan kepada pihak ketiga yakni Bachtiar Nasir selaku Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPFMUI).
 
"Nah itu menjadi perhatian PPATK, kita berkoordinasi, kita mendapatkan jumlah dana tersebut dan kita tanyakan, apakah sepetahuan pengurus lain karena merujuk Pasal 5. Pemilik yayasan mengalihkan ke Bachtiar Nasir untuk menarik dana itu. Nah, Bachtiar Nasir menguasakan lagi kepada IL (Sekarang sudah tersangka), pegawai Bank Syariah," tegas Tito.
 
Jenderal bintang empat ini menambahkan, sejauh ini penyidik belum menetapkan Bachtiar Nasir sebagai tersangka kasus ini. Sementara itu, beberapa nama seperti Ketua YKUS, Adnin Armas, pihak bank dan Sekjen FPI DKI Novel Chaidir Hasan Bamukmin telah diperiksa sebagai saksi.
 
Bachtiar Nasir usai menjalani pemeriksaan di Mabes Polri, Jumat (10/2) lalu menilai, tidak ada aturan hukum yang dia langgar karena uang yang ada di yayasan ini murni untuk kepentingan Aksi Bela Islam. Pun soal  penarikan uang yang dinilai polisi bermasalah lantaran GNPF MUI merupakan lembaga yang kepanitiannya masih ad hoc sehingga tidak sempat membuat rekening khusus dalam mengelola uang sumbangan.
 
"Akhirnya kami kemudian melakukan semacam kerjasama seara lisan, meminjam rekening Yayasan Keadilan Untuk Semua supaya ini dapat dikontrol," kata dia.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
22-02-2017 19:14