Main Menu

Yenny Wahid: Cinta Tanah Air Wujud Kepatuhan pada Agama

Tian Arief
06-03-2017 06:28

Jakarta, GATRAnews - Menjaga dan cinta Tanah Air merupakan wujud dari kepatuhan kepada agama, karena menurut Islam, cinta kepada Tanah Air sebagian dari iman. Banyak bangsa lain yang iri kepada Indonesia karena memiliki Pancasila. "Dengan Pancasila inilah Indonesia tetap kokoh berdiri meskipun masyarakatnya beragam baik dari agama, suku, adat dan budaya," kata Yenny Wahid.

Direktur Wahid Institute itu mengungkapkan soal cinta Tanah Air dalam acara Kirab Kebangsaan Pancasila "Bersatu Kita Teguh", yang diprakarsai Taruna Merah Putih (TMP) dan Gerakan Pemuda Anshor Kabupaten Subang, di Subang, akhir pekan lalu.

[column_item col="3"]

Baca juga: Yenny Wahid: Raja Salman Akui Kebhinnekaan Indonesia

Baca juga: Yenny Wahid: Raja Salman Apresiasi Motto Kerja-Kerja-Kerja

Baca juga: bu Sinta dan Yeni Wahid diundang ke Cikeas[/column_item]Putri Bapak Bangsa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu mengungkapkan, acara Kirab Budaya yang dilakukan oleh TMP dan GP Anshor merupakan bentuk komitmen untuk menjaga Pancasila dan NKRI.

Maka dari itu, Yenny mengajak kepada semua pihak untuk menegakkan kebhinekaan di Indonesia. "Pertahankan Indonesia dengan warna warni pandangangannnya, budaya, agamanya dan ras dan suku," imbaunya, seperti dikutip Antara.

Ketua Umum DPP TMP Maruarar Sirait mengajak masyarakat Subang untuk menjaga dan mengawal Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara bangsa. "Siap membela Pancasila, Siap membela NKRI," kata Maruarar, di hadapan ribuan warga Subang, Jawa Barat.

Politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Ara ini mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang dibangun dari keberagaman. Maka itu menjaga pluralisme, toleransi dan kebhinekaan menjadi keniscayaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Apakah kita siap melawan pihak yang akan menggangu pluralisme dan kebhinekaan di tengah-tengah kita?" kata Ketua DPP PDI Perjuangan itu, yang disambut massa TMP.

Ara juga mengapresiasi atas perjuangan warga Pamanukan yang rela meluangkan waktunya untuk mengikuti kegiatan ini. Menurutnya kumpulnya warga Pamanukan sebagai bukti bahwa masyarakat akar rumput mendukung Pancasila dan menjaga toleransi dan kebhinekaan.

"Mari bersatu untuk pluralisme dan Indonesia. Kita di sisni bermacet-macet untuk membela kemajemukan," jelasnya.

Acara yang diikuti ribuan kader dan simpatisan TMP itu dimulai dengan jalan santai yang dimulai dari Lapangan Balai Desa Rancasari dan berakhir di Bintang Fantasi Pamanukan. Ribuan massa tumpah ruah memadati  jalan raya Kota Pamanukan dan mengular hingga sejauh 4 Km.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
06-03-2017 06:28