Main Menu

Menag: Indeks Kerukunan Umat Beragama Naik Tipis

Ervan
14-03-2017 15:09

Jakarta, GATRAnews - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengklaim Indeks Kerukunan Umat Beragama 2016 meningkat. Meski naik tipis dari tahun sebelumnya, Menag mengungkapkan beberapa variabel kerja sama antar-umat beragama masih jadi bagian yang perlu penguatan.

 

Dari kajian Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Indeks Kerukunan Umat Beragama pada 2016 mencapai 75,47%, meningkat 0,11% dibanding 2015 yang mencapai 75,36%. Indeks ini didukung tiga variabel utama yakni aspek kesetaraan sebesar 78,4%, aspek toleransi 76,5%, dan kerja sama 42%.

 

"Maka, capaian ini, harus dijaga sehingga 2017 bisa lebih baik. Varibel kerja sama memang masih lemah, ini memacu kami bersama semua elemen untuk bisa meningkatkan kerja sama umat beragama sehingga jadi wujud nyata," kata Lukman usai membuka diseminasi Laporan Tahunan Kehidupan Keagamaan Indonesia 2016, di Jakarta, Selasa (14/3).

 

Menurutnya, semua aspek kerukunan harus dipupuk dan ditingkatkan bersama oleh semua elemen, tidak hanya pemerintah. Pun bukan hanya pada tingkat pemahaman, tapi juga pada kesadaran yang diejawantahkan dalam kehidupan riil keagamaan.

 

Caranya, dengan membuat program bersama. Misalnya, aktivitas rutin pembangunan rumah ibadah seperti yang sudah berjalan di Maluku dan NTT. Program bersama yang bisa diikuti antar-umat beragama untuk merawat kerukunan. "2017 ini, Kemenag mengajak ormas dan majelis agama untuk perbanyak program bersama," lanjut Lukman.

 

Ia menegaskan ada beberapa langkah yang perlu dilakukan. Yakni, optimalisasi dan sosialisasi aturan perundang-undangan kerukunan umat beragama, peningkatan peran pemerintah daerah dalam menggalakan kegiatan sosial lintas agama, dan penguatan kerukunan melalui aturan daerah untuk menciptakan kerukunan umat beragama. Lalu peningkatan wawasan dan kegiatan sosial kemasyarakatan lintas agama, peningkatan penyuluh agama, dan tokoh agama. Apalagi, tantangan makin tidak sederhana.

 

"Kehidupan politik juga makin dinamis. Kemenag harus bisa mengembalikan spirit agama sehingga agama kembali pada fungsi mengeratkan keragaman. Para pendahulu bangsa ini paham soal kemajemukan. Selain kebangsaan, nilai agama juga sebagai sesuatu yang menyatukan," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu 

Editor: Dani Hamdani 

 

Ervan
14-03-2017 15:09