Main Menu

NU Belanda Gelar Konferensi Islam Nusantara

Tian Arief
22-03-2017 14:06

Salah satu kegiatan PCINU Belanda di Den Haag, Belanda (GATRAnews/Dok PCINU Belanda)

Jakarta, GATRAnews - Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda menggelar konferensi internasional Islam moderat di Indonesia bertema "Rethinking Indonesia's Islam Nusantara: from Local Relevance to Global Significance," dengan dukungan KBRI Den Haag, Vrije Universiteit Amsterdam, Persatuan Pemuda Muslim Eropa, dan Kementrian Agama RI, pada 27 Maret 2017, di kampus Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda.

Menurut Rois Syuriah PCINU Belanda KH Nur Hasyim Lc, dalam siaran pers yang diterima GATRAnews, di Jakarta, Rabu (22/3), konferensi internasional ini merupakan konferensi pertama mengenai Islam Nusantara di luar negeri. Nur Hasyim mengharapkan, konferensi ini menjadi agenda dua tahunan yang diusung PCINU bersama pemerintah RI dan pihak lainnya yang berkepentingan.

Hasyim memaparkan, masyarakat dunia dewasa ini menanyaksikan meningkatnya badai kekerasan dan ketakutan berbasis ras, etnis, bahkan agama (xenophobia). Bahkan di kalangan Islam sendiri merebak tantangan yang cukup pelik, berkaitan dengan hubungan Islam, budaya lokal, politik, dan kesenjangan sosial ekonomi.

Akibatnya, tuturnya, klaim tentang otentisitas dan kebenaran pun tak terhindarkan, dan tak jarang mengemuka dalam ekspresi yang lebih politis, radikal, dan tak jarang menjadi kekerasan. Atas kondisi ini, kata Hasyim, praktik Islam yang berkembang di Indonesia belakangan ini "menunjukkan wajah lain".

Namun Hasyim meyakini, Islam Nusantara di Indonesia telah memberikan kontribusi besar terhadap terjaganya kemajemukan masyarakat Indonesia. Islam Nusantara, katanya, bahkan telah menjelma menjadi modal sosial politik bagi keberlangsungan bangsa. Hal inilah yang menjadi pendorong diselenggarakannya konferensi internasional ini.

"Selain fokus pada dakwah dan pengembangan masyarakat muslim diaspora di Eropa secara umum, PCINU tetap konsisten melakukan penguatan akademik dan intelektualitas dalam rangka menunjukkan wajah Islam Indonesia yang berbeda dari image Islam yang dominan di pemberitaan media-media Barat," ujar Hasyim.

Sementara itu, Katib Syuriah PBNU Zulfa Mustofa, pada kesempatan berbeda memberikan apresiasi dan mengharapkan ajang ilmiah ini dapat mengkaji relasi diskursus dan praktik Islam di Indonesia, dengan dinamika dan tantangan kemanusiaan di ranah regional dan global.

Zulfa menekankan, tantangan PCINU Belanda dan di beberapa negara lainnya agar mendiseminasi praktik Islam yang ramah, toleran, namun juga sensitif terhadap masalah ketidakadilan sosial dan ekologis.

Menurut Katib Syuriyah PCINU Belanda yang juga pengarah konferensi, M Shohibuddin, kegiatan akademik ini dibagi menjadi dua bagian, yakni forum pleno dan diskusi panel. Pada sesi panel, yang dibagi menjadi delapan panel, beberapa peneliti muda dari berbagai negara akan membahas Islam Nusantara dari berbagai sudut pandang. Sudut pandang yang dimaksud, antara lain akar intelektual dan relevansi kekinian, pendidikan, hukum dan adat, demokrasi dan HAM, krisis sosial dan ekologi, media baru dan kontestasi otoritas keagamaan, serta dialog dengan lokalitas, termasuk dalam konteks Eropa.

Panitia menjadwalkan, kegiatan ini akan dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, sekaligus menyampaikan keynote speech sebagai wacana pembuka yang menekankan pada peran Islam dalam merawat kebhinekaan di Indonesia.

Dalam konferensi ini, beberapa duta besar dan pengkaji Islam dihadirkan sebagai pembicara. Prof Thijl Sunier (Vrije Universiteit) akan menyampaikan perkembangan Islam di Eropa. Duta besar Aljazair Safira Machrusah akan menyoroti kiprah dan peran muslimah Indonesia dalam pembangunan bangsa. Prof Karel Steenbrink (Utrech University) di akhir kegiatan akan menyampaikan catatan kritis atas semua topik dan isu yang didiskusikan. Selain itu, beberapa ahli dan guru besar dari berbagai universitas di Belanda dilibatkan sebagai pembahas di setiap diskusi panel.

Menurut Ketua Tanfidziyah PCINU Balanda Fachrizal Affandi, konferensi ini merupakan salah satu rangkaian acara dari Konferensi Cabang (Konfercab) kedua PCINU Belanda. Konfercab ini akan dilaksanakan satu hari setelah konferensi internasional ini di Masjid Al-Hikmah Den Haag.

"Pesan-pesan kunci dari konferensi internasional ini akan menjadi bahan rekomendasi yang akan dikeluarkan forum Konfercab," kata kandidat PhD di Leiden University ini.


Editor: Tian Arief

Tian Arief
22-03-2017 14:06