Main Menu

Temui Tokoh Lintas Agama, Jokowi: Jaga Kebinekaan dan Bangun Solidaritas

Ervan
16-05-2017 19:30

Presiden Joko Widodo betemu tokoh lintas agama (Setpres/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Presiden Joko Widodo sore mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh lintas agama di Istana Merdeka, Selasa (16/5). Mengawali pertemuan tersebut, Presiden Joko Widodo berbicara seputar keberagaman sebagai kekuatan bangsa Indonesia.

Meski terdapat perbedaan keyakinan, semua pihak disebutnya harus dapat bersatu menjaga kebinekaan dan solidaritas. "Apa pun agamanya, apa pun sukunya, apa pun golongannya, untuk menjaga kebinekaan dan membangun solidaritas," ujar Presiden.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut ialah Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini, Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Syaiful Bakhri, Ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Ketua Persekutuan Gereja Indonesia Henriette T. Hutabarat-Lebang, Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia Hartati Murdaya, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghuchu Indonesia Uung Sendana L. Linggaraja, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Negara dengan para tokoh lintas agama yang hadir membicarakan seputar dinamika kebangsaan. Ia juga memberikan apresiasi atas kesolidan semua tokoh lintas agama yang hendak menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Saya senang mendengar komitmen semua tokoh agama dan umatnya untuk terus menjaga, mempertahankan, dan memperkokoh Pancasila serta Undang-Undang Dasar 1945 dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Saya senang dan berterima kasih mendengar komitmen semua umat beragama untuk terus menjaga persatuan, persaudaraan, perdamaian, dan toleransi antarumat, antarkelompok, dan antargolongan," Presiden memberikan pernyataannya di Istana Merdeka usai pertemuan.

Menyikapi dinamika yang terjadi beberapa waktu belakangan di kalangan masyarakat, Presiden Joko Widodo meminta para pihak maupun kelompok untuk segera menghentikan gesekan-gesekan yang ada. Sebab sesungguhnya semua orang Indonesia adalah saudara sebangsa.

"Jikalau pun dalam beberapa waktu terakhir ini ada gesekan antarkelompok di masyarakat, mulai saat ini saya minta hal-hal tersebut untuk segera dihentikan. Jangan saling menghujat, karena kita ini adalah saudara. Jangan saling menjelekkan, karena kita ini adalah saudara. Jangan saling memfitnah, karena kita adalah saudara. Jangan saling menolak, karena kita ini adalah saudara," ucapnya.

Presiden juga mengingatkan bahwa gelombang demonstrasi yang terus menerus dilakukan adalah sebuah tindakan yang tidak produktif yang juga harus dihentikan. "Jangan kita saling mendemo, habis energi kita untuk hal-hal yang tidak produktif itu. Kita adalah saudara sebangsa dan se-Tanah Air," ia menegaskan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MUI Ma'ruf Amin menegaskan komitmen para tokoh lintas agama yang hadir dalam pertemuan tersebut. Senada dengan yang disampaikan Presiden, para tokoh memiliki komitmen untuk terus menjaga dan memperkokoh persatuan bangsa.

"Kami bersepakatan dan mendukung upaya-upaya pemerintah, Bapak Presiden, dan seluruh jajarannya untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kami juga mendukung upaya pemerintah untuk menghentikan segala upaya yang dapat menimbulkan terjadinya konflik di masyarakat," ucapnya.

Ma'ruf Amin juga mengimbau kepada masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasinya melalui demonstrasi untuk menjaga kesantunan dan memastikan segala tindakan tersebut tidak melanggar aturan yang berlaku.

"Kami mengimbau kepada masyarakat agar dalam menyampaikan aspirasinya, walaupun Indonesia itu negara yang demokratis, hendaknya disampaikan dalam koridor hukum, kesantunan, dan dengan cara yang akhlakul karimah," ujarnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Nur Hidayat

 

 

Ervan
16-05-2017 19:30