Main Menu

Mendagri: Kolom Agama di KTP Hanya 6, Ahmadiyah bukan Agama

Ervan
25-07-2017 15:10

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo (GATRA/Jongki Handianto/AK9)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menegaskan, penulisan kolom agama di KTP Elektronik (KTP el) hanya untuk 6 agama yang diakui pemerintah melalui undang-undang. 

 

Tjahjo mengatakan, kolom agama wajib ditulis bagi pemeluk salah satu agama sebagaimana ketentuan UU. Tidak bisa penganut aliran kepercayaan meminta agar keyakinannya masuk dalam kolom agama, karena dianggap bukanlah sebagai agama.

 

"Iya Ahmadiyah. Tapi di e-KTP masuk dalam kolom agama Islam, mereka tidak mau. Ya, tidak dikasih KTP-nya, itu sikap pemerintah karena agama yang diakui hanya ada 6 sesuai UU," kata Tjahjo dalam pesan singkatnya, Selasa (25/7).

 

Sebelumnya, warga Manislor Kuningan Jawa Barat yang merupakan penganut kepercayaan Ahmadiyah mengaku tak memperoleh e-KTP selama 5 tahun terakhir ini. 


Menurut Tjahjo, dulu sempat disepakati untuk mengosongkan kolom agama. Namun, ada pertimbangan lain agar kolom e-KTP ini tetap menuliskan kolom agama. Tapi, bukan kepercayaan yang dianut sebagian orang di beberapa wilayah.

 

"Kalau mereka butuh e-KTP sementara untuk mengurus sesuatu masalah misalnya, demikian juga kepercayaan yang lain ditulis hanya di berkas data pendaftaran," sambungnya.


Terkait kasus di Kuningan, kata Tjahjo, setiap daerah memiliki kebijakan masing-masing menyikapi persoalan ini.

 

"Tapi prinsip, maksud saya sejak awal yang 6 agama sesuai UU harus masuk. Kepercayaan itu bukan masuk bidang agama, itu saja yang paling aman," ucap dia.


Reporter: Ervan Bayu

editor: Dani Hamdani

 

 

Ervan
25-07-2017 15:10