Main Menu

Menjadikan Indonesia Sebagai Pusat Pendidikan Islam

Muchammad Egi Fadliansyah
22-11-2017 05:13

Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin membuka Pameran Pendidikan Islam Internasional 2017 di ICE BSD, 21/11. (GATRA/Egi Fadliansyah/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Kehidupan beragama umat Islam Indonesia dinilai bisa menjadi contoh ideal bagi negara-negara di dunia untuk menghadirkan Islam yang moderat, toleran dan demokratis.

Hal inilah yang menjadi latar belakang diadakannya International Islamic Education Exhibition (IEAA) atau Pameran Pendidikan Islam Internasional 2017 yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Gelaran acara ini akan berlangsung dari tanggal 21-24 November di ICE BSD Serpong, Tanggerang Selatan, Banten yang di buka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, Selasa (21/11).

Dalam sambutan di pembukaan acara, Menteri Agama Lukman Hakim mengatakan, ajang IEAA membuka kesempatan para peneliti baik di dalam maupun luar negeri untuk dapat mempresentasikan hasil-hasil penelitian mereka, sekaligus menjadi media membangun jejaring intelektual antar akademisi.

Di samping itu, menurut Lukman, forum ini juga menjadi wadah bagi para pengkaji Islam untuk sharing ide sekaligus mempertegas watak Islam Indonesia yang moderat dan toleran. 

"Semoga forum ini mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan studi-studi keislaman dalam rangka mengembangkan peradaban bangsa, " paparnya dalam forum tersebut 

Lebih lanjut, Menteri Agama, menggambarkan kecintaan dan loyalitas kepada tanah merupakan fitrah kemanusiaan yang diakui dan diapresiasi oleh agama mana pun, sehingga tidak sepatutnya agama dan kewarganegaraan dipertentangkan.

Sebab, menurutnya, kewarganegaraan muncul dari loyalitas atas dasar kesamaan tempat tinggal, tanah air tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan. 

"Dalam tradisi kaum santri, sangat populer ungkapan hubbul wathan minal iman (cinta tanah air sebagian dari iman). Meski itu bukan hadis, tetapi makna dan substansinya sejalan dan sangat dianjurkan oleh agama, " ujar Menteri Lukman menambahkan. 

Sementara itu, dalam sambutannya, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin memaparkan, pendidikan Islam Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam menjaga perdamaian dunia.

Karena, menurutnya, saat ini masyarakat Muslim Dunia membutuhkan alternatif pusat pendidikan, dan Kamaruddin melihat Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengambil peran tersebut. 

"Karena pendidikan Islam kita ramah, kita mensinergikan antara nilai-nilai Keislaman dan nilai-nilai Keindonesian, sehingga event ini menawarkan pada dunia, kalau Indonesia pantas menjadi rujukan pendidikan dunia, terutama pendidikan Islam, " ia menjelaskan.


Reporter : MEF

Editor : Mukhlison 

Muchammad Egi Fadliansyah
22-11-2017 05:13