Main Menu

Jokowi Akan Apresiasi Rekomendasi NU Terkait Radikalisme Agama dan Penguatan Ekonomi 

Birny Birdieni
23-11-2017 18:38

Presiden RI Joko Widodo memuk­ul beduk menandai pe­mbukaan Munas Alm Ul­ama dan Konbes NU (GATRA/Hernawadi/yus4)

Mataram, Gatra.com - Presiden Joko Widodo akan merespon sejumlah rekomendasi persoalan bangsa yang saat ini dibahas pada Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Mataram menjadi sebuah kebijakan. Salah satu isu yang ditunggunya terutama terkait radikalisme agama dan penguatan ekonomi warga.

 

“Saya tunggu rekomendasi Munas dan Konbes untuk kami tindak lanjuti, terutama persoalan yang menyangkut pemerintah,” jelas mantan Wali Kota Solo itu pada pembukaan Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Mataram, NTB, Kamis (23/11).

 

Sebagai informasi, Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2017 kali ini akan membahas 18 persoalan strategis bangsa dalam Bahtsul Masail yang dilakukan para kiai NU. Menurut Jokowi rekomendasi terkait pembahasan redistribusi aset dalam pandangan Islam itu menjadi hal penting. 

“Pandangan para ulama penting agar apa yang menjadi kebijakan pemerintah bisa sesuai aturan agama dan hukum yang ada. Karena ini bukan persoalan aset dan nominal kecil, sehingga harus dipastikan adil dan sesuai aturan hukum,” jelasnya.

 

Presiden juga mengatakan, Munas dan konbes ini merupakan agenda besar dimana banyak manfaat bisa diambil. Jokowi berharap musyawarah nasional para alim ulama dapat menghasilkan keputusan yang memberikan manfaat bagi kemaslahatan umat.

 

Dia juga mengingatkan pentingnya seluruh umat islam untuk menjaga persatuan, kebersamaan dan saling toleransi antar sesama. Jokowi mencontohkan beberapa negara muslim mengaku kagum akan keberagaman dan sikap saling menghormati di Indonesia. Salah satunya adalah Afganistan yang meminta Indonesia untuk menjadi mediator perdamaian di negara tersebut. 

 

Peran NU, tambah Jokowi sangat terasa dalam merawat serta menjaga persatuan dan perdamaian di Indonesia. “NU telah berbuat banyak untuk bangsa ini, keberadaan NU sangat penting untuk merawat persatuan dan kebersamaan antar umat. Semoga hasil musyawarah nanti mampu melahirkan solusi bagi kemaslahatan umat,” ia menegaskan. 

 

Presiden Jokowi mengingatkan kembali agar semua masyarakat Indonesia menjaga Pancasila sebagai Ideologi bangsa. Ia menilai munculnya paham yang ingin merubah Pancasila adalah sebuah keliruan. 

 

Jokowi juga menyoroti gerakan radikalisme dan terorisme yang di nilai menyimpang dari ajaran agama islam. Menurutnya setiap warga harus mampu menjaga persatuan dan tidak terpengaruh paham radikalisme serta tindakan terorisme. 

 

Munas Alim Ulama akan digelar selama tiga hari sejak 23 hingga 26 November. Munas dan Konbes juga akan digelar di lima pondok pesantren yang ada di Lombok. Pada munas ini akan di bahas beberapa permasalahatan fiqih serta persoalan keislaman lainnya

 

Agenda dua tahun sekali ini dihadiri oleh 1.500 orang peserta yang berasal dari seluruh warga nadhliyin di Indonesia. Selain itu sejumlah kyai sepuh dari ponpes ternama di Indonesia juga menghadiri dan ikut membahas kajian fiqih. 


 

Reporter: Hernawardi

Editor: Birny Birdieni

Birny Birdieni
23-11-2017 18:38